sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Pendapatan Microsoft Terdongkrak Kinerja Azure, Capex Terjaga di USD175 MIliar

Technology editor Febrina Ratna Iskana
30/07/2026 09:15 WIB
Pendapatan Microsoft mencapai USD90,01 miliar dan laba USD4,74 per saham. Capaian itu melebihi ekspektasi analis yang memperkirakan laba USD4,24 per saham.
Pendapatan Microsoft Terdongkrak Kinerja Azure, Capex Terjaga di USD175 MIliar. (Foto: Istimewa)
Pendapatan Microsoft Terdongkrak Kinerja Azure, Capex Terjaga di USD175 MIliar. (Foto: Istimewa)

IDXChannel - Raksasa teknologi, Microsoft, mengumumkan pada Rabu (29/7/2026) kinerja keuangannya dan panduan penggunaan capital expenditure (capex) sepanjang 2026. Pada kuartal II-2026, perusahaan teknologi itu membukukan laba bersih USD4,74 per saham berdasarkan penyesuaian.

Sementara itu, pendapatan mencapai sebesar USD90,01 miliar. Capaian itu melebihi ekspektasi analis yang memperkirakan laba sebesar USD4,24 per saham dengan pendapatan sebesar USD87,61 miliar.

Salah satu faktor pendukungnya yaitu pendapatan bisnis layanan komputasi awan Azure yang  melonjak 43 persen secara year-on-year (YoY), melampaui perkiraan pertumbuhan 39,98 persen, berdasarkan laporan Reuters mengutip Visible Alpha. Secara keseluruhan, pendapatan Microsoft Cloud kuartalan meningkat 27 persen YoY menjadi USD59,30 miliar.

"Kami memajukan batas kurva biaya-ke-hasil, memastikan setiap pelanggan dapat mengubah token menjadi hasil bisnis," kata CEO Microsoft, Satya Nadella, dalam konferensi pers pendapatan, dikutip dari Investing.com, Kamis (30/7/2026).

“Tahun ini, pendapatan Azure melampaui USD100 miliar untuk pertama kalinya, dan Microsoft 365 Copilot mencapai lebih dari 30 juta pengguna berbayar, yang mencerminkan kepercayaan pelanggan kepada kami untuk mendukung transformasi AI mereka,” tambahnya.

Untuk kuartal pertama fiskal 2027, Microsoft memperkirakan total pendapatan perusahaan sebesar USD89,85 miliar hingga USD90,95 miliar.

Menurut kepala pasar modal di Direxion, Jake Behan, kinerja Microsoft menunjukkan apa yang diharapkan investor, yaitu pertumbuhan Azure yang kuat bersamaan dengan bukti bahwa permintaan AI tetap tinggi.

“Setelah berbulan-bulan muncul pertanyaan tentang pengeluaran infrastruktur perusahaan, kuartal ini menunjukkan bahwa investasi tersebut semakin diterjemahkan menjadi pertumbuhan pendapatan, perluasan backlog, dan adopsi Copilot,” katanya.

Lebih lanjut, Behan mengatakan pasar mungkin bergeser dari menghargai eksposur AI secara luas menjadi menghargai perusahaan yang dapat mengeksekusi dan memonetisasi investasi mereka.

“Microsoft telah menghabiskan sebagian besar tahun lalu dipandang terutama sebagai pembelanja modal utama. Laporan ini mengingatkan investor bahwa perusahaan ini juga menjadi salah satu pemotentikasi AI terbesar,” tutur Behan.

Capex Terjaga di USD175 Miliar

Adapun ekspektasi investasi Microsoft untuk tahun kalender 2026 tetap tidak berubah. Pada April, perusahaan tersebut memperkirakan belanja modal sekitar USD190 miliar, dan meskipun perkiraan terbaru dikurangi menjadi USD175 miliar.

Namun, angka-angka tersebut tetap sebanding setelah mencerminkan dampak perubahan dalam perkiraan masa manfaat pusat data dan gedung perkantoran Microsoft.

Nadella mengatakan bahwa 31 pusat data baru telah ditambahkan di lima benua pada kuartal tersebut, sehingga totalnya menjadi 88 tahun ini.

Untuk kuartal keempat fiskal 2026, belanja modal meningkat 70 persen YoY menjadi USD41 miliar, meleset dari perkiraan USD42,37 miliar seperti yang dikutip oleh Reuters.

Peningkatan ini sebagian besar untuk mendukung permintaan pelanggan akan penawaran cloud dan AI, dengan sekitar dua pertiga dari belanja modal untuk aset berumur pendek seperti unit pemrosesan pusat (CPU) dan unit pemrosesan grafis (GPU). (Febrina Ratna Iskana)

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement