IDXChannel — Perusahaan hyperscaler asal Amerika Serikat (AS) mulai memetik hasil dari investasi kecerdasan buatan (AI).
Kendati demikian, lonjakan biaya pembangunan infrastruktur mulai menggerogoti free cash flow atau arus kas bebas mereka dan memicu kekhawatiran para investor.
Dilansir dari Investing pada Rabu (22/7/2026), hyperscaler adalah raksasa teknologi yang melakukan investasi AI secara besar-besaran.
Berdasarkan analisis Reuters terhadap estimasi konsensus LSEG, tahun depan, total belanja modal (capex) kelompok raksasa teknologi yang terdiri dari Microsoft, Alphabet, Amazon, Meta Platforms, dan Oracle bakal lebih besar dibandingkan arus kas bebas yang mereka hasilkan.
Data menunjukkan bahwa kelima perusahaan tersebut diperkirakan menghasilkan tambahan arus kas operasional tahunan sekitar USD340 miliar (sekitar Rp5.542 triliun) pada 2027 dibanding 2025.