Namun, capex mereka melambung jauh lebih tinggi, yakni melonjak USD534 miliar (sekitar Rp8.704 triliun). Angka ini setara dengan pengeluaran modal tambahan sebesar USD1,57 untuk setiap tambahan arus kas sebesar USD1.
Kondisi ini menandai pergeseran besar pada peta bisnis raksasa teknologi yang selama ini dikenal sangat efisien.
"Investor meremehkan betapa fundamentalnya AI mengubah model bisnis Big Tech," kata Chief Market Strategist Futurum Equities Shay Boloor.
Konsensus LSEG mencatat estimasi belanja modal kelima emiten tersebut untuk tahun berjalan telah membengkak dari USD485 miliar (sekitar Rp7.905 triliun) pada Januari menjadi USD730 miliar (sekitar Rp11.899 triliun) per Juli.
Sejumlah indikator sebenarnya menunjukkan bahwa komersialisasi AI mulai berjalan. Bisnis AI Microsoft telah melampaui run rate pendapatan tahunan USD37 miliar (sekitar Rp603,1 triliun), sementara unit AWS milik Amazon mencatatkan pertumbuhan 28 persen pada kuartal pertama.