IDXChannel - Pertempuran antara Amerika Serikat (AS) dan Iran semakin panas, memicu penurunan lalu-lintas kapal yang signifikan di Selat Hormuz.
AS menghantam 90 target di Iran pada Kamis kemarin. Beberapa di antaranya terletak di dekat Selat Hormuz.
Dilansir dari BBC pada Jumat (10/7/2026), Iran mengatakan bahwa setidaknya 14 orang tewas akibat serangan AS dalam beberapa hari terakhir.
Di sisi lain, Iran menargetkan aset militer AS di Kuwait, Bahrain, dan Qatar sebagai balasan. Teheran juga dikabarkan melancarkan serangan di Yordania dan Irak.
Pada Kamis, mantan pemimpin tertinggi Iran, Ayatollah Ali Khamenei, dimakamkan di Mashhad setelah enam hari acara pemakaman.
Khamenei wafat pada 28 Februari akibat serangan gabungan AS dan Israel. Kematian memicu perang yang lebih luas di kawasan.
Phil Belcher, direktur kelautan di Intertanko, sebuah organisasi internasional untuk pemilik kapal tanker independen, mengatakan bahwa jumlah kapal yang melewati Selat Hormuz melalui rute selatan yang lebih dekat ke Oman sekarang hanya sekitar satu digit per hari.
Menurut Belcher, angkanya turun dari sekitar 70 kapal per hari seminggu yang lal, serra jauh di bawah leve normal 130 kapal per hari. (Wahyu Dwi Anggoro)