Produsen mobil tersebut menghadapi penurunan penjualan akibat meninkatnya persaingan dari para kompetitor asal China, sebuah negara yang awalnya dilihat JLR sebagai pasar untuk pertumbuhan, bukan sebagai sumber kompetisi.
Melalui PHK massal ini, produsen mobil tersebut berharap dapat menghemat hingga Rp1,7 miliar poundsterling Inggris, atau sekitar Rp40 triliun. (Wahyu Dwi Anggoro)