IDXChannel - PT Honda Prospect Motor (HPM) menyatakan siap menjual mobil listrik di Indonesia setelah selesai mempelajari pasar. Hingga saat ini, produsen asal Jepang itu masih bermain di segmen mobil hybrid dalam lini elektrifikasi.
Kendati begitu, Sales & Marketing and After Sales Director HPM, Yusak Billy mengaku, perusahaan masih membutuhkan waktu untuk meluncurkan mobil listrik. Ini diperlukan agar bisa menyasar dan masuk dalam segmen yang tepat.
“Studi (mobil listrik) sudah selesai. Nanti saatnya introduction. Habis introduction, biasanya kan ada maturasi, ekspansi baru maturasi,” ujar Billy digelaran IIMS 2024, Jakarta, dikutip Sabtu (17/2/2024).
Honda memang bekerja sama dengan sejumlah pihak dalam mempelajari kebutuhan mobil listrik di Indonesia. Namun, Billy memastikan HPM masih mempersiapkan formulasi yang tepat sebelum benar-benar meluncurkannya ke publik.
“Kita sudah selesai, ada N-Van bekerja sama dengan Pertamina, Honda e dengan kampus UI. Itu sudah selesai, studi sudah dapat jawabannya. Nanti kita akan introduce, tapi tunggu waktu yang tepat lah ya,” ucap Billy.
Hasil studi yang dilakukan oleh sejumlah pihak, diakuinya, cukup positif. Pasalnya, kendaraan tersebut telah melewati segala kondisi yang kemungkinan besar terjadi di Indonesia.
“Ya, bagus ya. Kita tahu bagaimana penggunaan baterainya di Honda N-Van atau Honda e di Jakarta, macet, banjir, yang jalanan rusak itu bagus ya. Kita tahu seberapa besar penggunaan baterainya, charging di SPKLU-nya seperti apa, mana yang sudah diterima, mana yang belum. Kita studi banyak soalnya,” jelas Billy.
Sebelum menjual mobil listrik, Billy menegaskan, HPM akan memperkenalkan terlebih dahulu model yang akan dipasarkan Honda. Menurutnya, Honda juga perlu masukan dari konsumen agar sesuai dengan apa yang diharapkan.
“Nanti-nanti itu belum saatnya (dipasarkan) saya bicarakan ya. Sebelum ekspansi, kita introduction dulu. Bukan artinya mass production yang banyak begitu ya, tapi memperkenalkan ke konsumen kalau Honda memang punya teknologi,” tuturnya.
“Setelah itu baru ekspansi termasuk produksi secara lokal, tergantung infrastruktur yang ada. Target Honda secara global, di 2040 semua produk harus net zero emission,” pungkas Billy.
(FAY)