Hasil studi yang dilakukan oleh sejumlah pihak, diakuinya, cukup positif. Pasalnya, kendaraan tersebut telah melewati segala kondisi yang kemungkinan besar terjadi di Indonesia.
“Ya, bagus ya. Kita tahu bagaimana penggunaan baterainya di Honda N-Van atau Honda e di Jakarta, macet, banjir, yang jalanan rusak itu bagus ya. Kita tahu seberapa besar penggunaan baterainya, charging di SPKLU-nya seperti apa, mana yang sudah diterima, mana yang belum. Kita studi banyak soalnya,” jelas Billy.
Sebelum menjual mobil listrik, Billy menegaskan, HPM akan memperkenalkan terlebih dahulu model yang akan dipasarkan Honda. Menurutnya, Honda juga perlu masukan dari konsumen agar sesuai dengan apa yang diharapkan.
“Nanti-nanti itu belum saatnya (dipasarkan) saya bicarakan ya. Sebelum ekspansi, kita introduction dulu. Bukan artinya mass production yang banyak begitu ya, tapi memperkenalkan ke konsumen kalau Honda memang punya teknologi,” tuturnya.
“Setelah itu baru ekspansi termasuk produksi secara lokal, tergantung infrastruktur yang ada. Target Honda secara global, di 2040 semua produk harus net zero emission,” pungkas Billy.
(FAY)