“Dari mulai ponselnya, sambung ke internet exchange, baik itu lewat subsea cable ke Singapura. Kalau data center-nya di Singapura, dengan volume data yang begitu besar?,” imbuh Toto.
Di samping itu, Toto mengingatkan pembangunan pusat data tidak dapat berdiri sendiri, melainkan harus diimbangi oleh ketersediaan pasokan energi, jaringan internet yang merata hingga wilayah tertinggal, serta kesiapan sumber daya manusia (SDM).
“Investasi pusat data perlu berjalan beriringan dengan pengembangan jaringan, penyediaan energi, dan peningkatan kemampuan sumber daya manusia,” kata dia.
Dengan demikian, Toto menilai infrastruktur yang memadai menjadi salah satu fondasi agar Indonesia dapat memanfaatkan perkembangan AI dan tidak tertinggal dalam persaingan ekonomi digital. (Febrina Ratna Iskana)