Dia menambahkan bahwa kesepakatan tersebut mencakup pembayaran di muka dan penetapan harga minimum yang bertujuan untuk melindungi risiko investasi modalnya.
Pandangan optimistis Samsung ini muncul setelah penurunan tajam saham-saham chip dalam beberapa bulan terakhir, yang dipicu kekhawatiran investor tentang keberlanjutan pembangunan infrastruktur AI dan persaingan dari China yang dapat menekan pendapatan chip.
Divisi semikonduktor Samsung membukukan laba operasional sebesar 89,2 triliun won pada kuartal kedua, naik lebih dari 250 kali lipat dari tahun sebelumnya.
Namun, lonjakan harga chip tersebut merugikan divisi ponsel perusahaan, yang melaporkan kerugian sebesar 700 miliar won. (Wahyu Dwi Anggoro)