sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Yunani Akan Batasi Media Sosial untuk Anak di Bawah 15 Tahun, Berlaku 1 Januari 2027

Technology editor Kurnia Nadya
24/10/2026 11:03 WIB
Pembatasan ini berangkat dari kekhawatiran atas dampak negatif konten-konten media sosial terhadap anak. 
Yunani Akan Batasi Media Sosial untuk Anak di Bawah 15 Tahun, Berlaku 1 Januari 2027. (Foto: Istimewa)
Yunani Akan Batasi Media Sosial untuk Anak di Bawah 15 Tahun, Berlaku 1 Januari 2027. (Foto: Istimewa)

IDXChannel—Parlemen Yunani menyetujui rancangan undang-undang yang akan melarang penggunaan media sosial bagi pengguna di bawah usia 15 tahun. Aturan ini berlaku efektif mulai 1 Januari 2027. 

Yunani menjadi negara ke sekian yang menerapkan pembatasan akses media sosial untuk pengguna anak-anak. Pembatasan ini berangkat dari kekhawatiran atas dampak negatif konten-konten media sosial terhadap anak. 

Selain itu, pembatasan ini juga bertujuan untuk melindungi anak-anak dari jangkauan potensi kejahatan yang dilakukan oleh pengguna dewasa. Tak hanya media sosial, sejumlah negara juga menerapkan pembatasan akses terhadap platform YouTube dan Roblox. 

Selain Australia dan Yunani, negara yang turut memberlakukan larangan ini adalah Indonesia, Malaysia, Inggris, Turki, Denmark dan Brasil. Beberapa negara lain tengah berencana atau dalam proses mengajukan aturan yang sama, Filipina dan Norwegia di antaranya. 

Batasan usia yang diberlakukan juga beragam. Beberapa negara mengusulkan usia pengguna yang lebih rendah, seperti 13 tahun dan 15 tahun. Ada juga negara yang mengusulkan pembatasan berlapis untuk kelompok usia tertentu. 

Perdana Menteri Yunani Kyriakos Mitsotakis mengatakan platform media sosial memiliki waktu sekitar dua bulan setengah untuk memasang verifikasi usia pengguna dan melindungi privasi penggunanya. 

Saat ini, Yunani adalah negara ketujuh di kawasan Uni Eropa yang tengah mengupayakan penerapan solusi verifikasi usia untuk akses media sosial bersama European Commission. 

Pemerintah Yunani mendukung para orang tua untuk mengurangi kebiasaan doomscrolling di media sosial yang membuat anak-anak kekurangan jam tidur, kehilangan daya konsentrasi untuk fokus, dan waktu bermain dengan teman-temannya. 


(Nadya Kurnia)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement