ECONOMICS

Didominasi e-Commerce, Ekonomi Digital Akan Berkontribusi 10 Persen pada PDB 2025

Suparjo Ramalan 07/02/2022 11:33 WIB

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mencatat potensi ekonomi digital di Indonesia diperkirakan tumbuh hingga Rp 1.736 triliun.

Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mencatat potensi ekonomi digital di RI diperkirakan tumbuh hingga Rp 1.736 triliun. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Menteri Badan Usaha Milik Negara (BUMN) Erick Thohir mencatat potensi ekonomi digital di Indonesia diperkirakan tumbuh hingga Rp 1.736 triliun. Potensi digital tersebut didominasi oleh sektor e-Commerce pada 2025 mendatang. 

Pada 2025, ekonomi digital Tanah Air diproyeksi berkontribusi terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) sebesar 10%. Pernyataan Erick didasarkan atas hasil riset Southeast Asia e-Conomy Report 2020. 

Data tersebut juga didukung oleh sumber dari Startup Indonesia, dimana jumlah mobile connections mencapai 345,3 juta atau 125,6% dari total penduduk. 

Sementara itu, ada 202,6 juta internet users atau 73,7 persen dari total penduduk Indonesia. Erick menjelaskan era disrupsi digital tak hanya sebagai tantangan, melainkan juga merupakan peluang besar bagi Indonesia. 

"Pandemi Covid-19 mendorong perubahan perilaku konsumen dan masyarakat Indonesia untuk melakukan digitalisasi," kata Erick dalam gelaran Konvensi Nasional HPN 2022, Senin (7/2/2022).

Kehadiran teknologi, lanjut dia, mengubah banyak hal, termasuk struktur orang terkaya atau perusahaan terbesar di dunia.

Erick mencontohkan, tujuh dari sepuluh perusahaan terbesar di Amerika Serikat (AS) kini datang dari perusahaan teknologi berdasarkan market cap seperti Apple, Microsoft, Google, Amazon, hingga Facebook. Hal ini berbeda dengan beberapa tahun silam yang mana didominasi perusahaan yang bergerak di industri minyak dan energi. 

Disrupsi digital pun, kata dia, menjadi kesempatan bagi para generasi muda untuk tampil sebagai pengusaha-pengusaha kaya baru di Indonesia. Erick mengaku senang dengan antusias generasi muda Indonesia yang bercita-cita menjadi pengusaha. 

"Kalau lihat data, jumlah wirausaha Indonesia hanya 3,5 persen dan jauh dibandingkan negara-negara maju yang sebesar 10 persen sampai 14 persen," ungkapnya. 

Generasi muda pun diminta menyiapkan diri dan mengasah kemampuan di sektor digital. Mengingat Indonesia memerlukan 17,5 juta tenaga kerja yang melek teknologi pada 2034.

Saat ini, pemerintah terus menggodok investasi digital, investasi kepada generasi muda, dan investasi dalam teknologi manufaktur untuk mendorong pertumbuhan ekonomi dalam negeri. Diproyeksikan pada 2045 mendatang, Indonesia menjadi negara dengan ekonomi terbesar ke-4 di dunia. (TIA)

SHARE