ECONOMICS

Krisis Energi di Depan Mata, Pemerintah Diminta Pertimbangkan Kurangi Subsidi BBM

Felldy Utama 05/04/2026 19:11 WIB

Jika harga BBM itu tetap murah seperti sekarang ini, hal itu dinilai justru membuat orang cenderung tidak berhemat.

Krisis Energi di Depan Mata, Pemerintah Diminta Pertimbangkan Kurangi Subsidi BBM. Foto: iNews Media Group.

IDXChannel - Wakil Presiden ke-10 dan ke-12 RI, Jusuf Kalla (JK), mengusulkan agar pemerintah dapat mempertimbangkan untuk mengurangi subsidi bahan bakar minyak (BBM) bagi masyarakat. Langkah ini dalam rangka menekan defisit negara.

Pernyataan JK merespons potensi krisis energi yang belakangan menjadi perhatian sebagai dampak perang yang terjadi di Timur Tengah.

"Kita minta bahwa, agar dipertimbangkan untuk mengurangi defisit, mengurangi utang dengan cara mengurangi subsidi. Karena mengurangi subsidi berarti menaikkan harga. Dan itu dilakukan di banyak negara," kata JK di kediamannya Jalan Brawijaya, Jakarta Selatan, Minggu (5/4/2026).

JK melihat jika harga BBM itu tetap murah seperti sekarang ini, hal itu justru membuat orang cenderung tidak berhemat. Mobilisasi dengan kendaraan akan terus dilakukan karena harga BBM masih terjangkau.

"Di samping itu subsidi akan meningkat terus. Nah kalau meningkat terus maka utang naik terus," ujarnya.

Dia melihat, tidak menaikkan harga BBM di saat krisis energi memang bagus, tapi dampaknya bersifat sementara. Tanpa disadari, kata JK, utang negara akan terus menumpuk karena harus menanggung subsidi BBM ini.

JK memahami kebijakan mengurangi subsidi akan menimbulkan gejolak protes di tengah masyarakat. Namun, menurutnya, gejolak dapat diredam apabila pemerintah dapat menyampaikan dengan baik kepada masyarakat.

"Pengalaman saya 20 tahun memang kalau dijelaskan kepada rakyat dengan baik, rakyat akan menerima. 2005, 2014, tidak ada demo karena kita jelaskan dengan baik. Apalagi ini masalah eksternal," tuturnya.

(NIA DEVIYANA)

SHARE