IDXChannel - Lima menteri keuangan terkemuka Uni Eropa mengajukan seruan bersama untuk penerapan windfall tax atau pajak keuntungan tak terduga terhadap perusahaan energi.
Dalam surat pada Jumat (3/4/2026) yang dikutip dari Reuters, para Menteri Jerman, Italia, Spanyol, Portugal, dan Austria mendesak Komisi Eropa untuk segera mengembangkan "instrumen kontribusi" untuk mengatasi distorsi pasar besar-besaran yang disebabkan oleh konflik yang sedang berlangsung di Timur Tengah.
Proposal itu berfungsi sebagai respons langsung terhadap "guncangan harga" yang telah mencengkeram Eropa sejak serangan AS-Israel terhadap Iran dimulai pada 28 Februari 2026 lalu.
Meskipun terjadi peningkatan signifikan dalam kapasitas energi terbarukan selama empat tahun terakhir, ketergantungan Uni Eropa yang besar pada impor bahan bakar fosil telah membuatnya rentan terhadap volatilitas ekstrem.
Terlebih lagi, harga gas di Eropa telah melonjak lebih dari 70 persen dalam enam minggu sejak konflik meletus, sebuah tren yang sangat mengingatkan pada krisis energi setelah invasi Ukraina pada 2022.
Surat para menteri, yang ditujukan kepada Komisioner Iklim Uni Eropa Wopke Hoekstra, berpendapat bahwa mereka yang mendapat keuntungan dari kenaikan harga akibat perang harus “berperan serta untuk meringankan beban masyarakat umum."
Tekanan politik ini bertepatan dengan pernyataan dari Komisioner Energi Uni Eropa, Dan Jorgensen, yang menyatakan keprihatinan mendalam mengenai pasokan produk minyak bumi olahan, khususnya diesel dan bahan bakar jet, yang sangat penting bagi sektor industri dan transportasi blok tersebut.