IDXChannel - Situasi geopolitik global yang memanas serta ancaman kemarau panjang akibat fenomena El Nino dinilai berpotensi mengganggu ketahanan energi nasional.
Pemerintah diperkirakan menghadapi tantangan dalam memenuhi kebutuhan bahan bakar minyak (BBM) di dalam negeri, terlebih dengan potensi terganggunya jalur distribusi di Selat Hormuz.
Kondisi tersebut diperparah oleh ketergantungan Indonesia terhadap impor energi, khususnya minyak tanah dari kawasan Timur Tengah yang mencapai sekitar 20–25 persen.
Guru Besar Fakultas Teknik UGM Profesor Deendarlianto menuturkan cadangan energi nasional hanya mampu bertahan selama 20 hingga 22 hari tanpa pasokan baru.
Menurutnya, kebutuhan minyak nasional yang mencapai sekitar 1,5 juta barel per hari tidak sebanding dengan produksi dalam negeri yang hanya sekitar 600 ribu barel per hari. Kondisi ini membuat Indonesia sangat bergantung pada impor untuk memenuhi kebutuhan di berbagai sektor.