sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Konflik Geopolitik Masih Terjadi, Profesor UGM Sebut Diversifikasi Energi Perlu Didorong

Economics editor Yuwantoro Winduajie
04/04/2026 08:02 WIB
Situasi geopolitik global yang memanas serta ancaman kemarau panjang akibat fenomena El Nino dinilai berpotensi mengganggu ketahanan energi nasional.
Konflik Geopolitik Masih Terjadi, Profesor UGM Sebut Diversifikasi Energi Perlu Didorong (FOTO:iNews Media Group)
Konflik Geopolitik Masih Terjadi, Profesor UGM Sebut Diversifikasi Energi Perlu Didorong (FOTO:iNews Media Group)

Selain itu, ia juga mendorong diversifikasi energi melalui pengembangan etanol dari sumber hayati seperti sorgum dan ketela sebagai alternatif pengganti bensin. Pengembangan Dimethyl Ether (DME) juga dinilai penting sebagai substitusi Liquefied Petroleum Gas (LPG).

“Ketika harga gas naik karena rantai pasoknya terganggu, dikembangkanlah energi terbarukan. Permasalahan ini menjadi momentum kebangkitan energi, kebangkitan riset perguruan tinggi di bidang energi,” tutur Deen.

Di sisi lain, fenomena El Nino yang diprediksi Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) muncul pada semester kedua 2026 turut menambah kekhawatiran. Dampaknya tidak hanya dirasakan pada sektor energi, tetapi juga pertanian dan pembangkit listrik tenaga air (PLTA).

Kenaikan harga bahan bakar berpotensi mempengaruhi operasional berbagai sektor, termasuk penggunaan solar untuk pompa air di musim kemarau.

“Beberapa sumber energi terbarukan yang bisa digunakan untuk menggantikan solar yaitu penggunaan mikroalga, biodiesel, hingga penggunaan energi surya,” katanya.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement