ECONOMICS

Purbaya Pertimbangkan Naikkan Harga BBM Bersubsidi Demi Jaga Defisit APBN

Anggie Ariesta 07/03/2026 06:14 WIB

Purbaya mempertimbangkan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sebagai langkah antisipasi terhadap lonjakan harga minyak mentah dunia.

Purbaya Pertimbangkan Naikkan Harga BBM Bersubsidi Demi Jaga Defisit APBN. (Foto: Anggie Ariesta/iNews Media Group)

IDXChannel - Pemerintah mempertimbangkan penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) bersubsidi sebagai langkah antisipasi terhadap lonjakan harga minyak mentah dunia.

Meski begitu, Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa mengungkapkan bahwa kenaikan harga BBM tetap menjadi opsi terakhir jika ruang fiskal sudah sangat terbatas.

“Kalau memang anggarannya tidak kuat sekali, tidak ada jalan lain, ya kita share dengan masyarakat sebagian. Artinya ada kenaikan BBM kalau memang,” tutur Purbaya dalam Media Briefing dan Buka Puasa Bersama Menteri Keuangan, Jumat (6/3/2026).

Penyesuaian ini dipandang sebagai bentuk pembagian beban (burden sharing) guna melindungi stabilitas APBN agar tetap sehat di tengah krisis energi global.

Itu karena kenaikan harga energi global yang dipicu eskalasi konflik di Timur Tengah dikhawatirkan akan memperlebar defisit APBN melampaui batas aman yang ditetapkan undang-undang.

Purbaya mengakui pihaknya telah menyusun simulasi dampak fluktuasi harga minyak terhadap postur fiskal nasional. Jika harga minyak mentah mencapai angka rata-rata USD92 per barel, tekanan terhadap defisit anggaran akan menjadi sangat besar.

“Kalau harga minyak naik ke USD92 per barel apa dampaknya ke defisit? Kalau tidak melakukan apa-apa defisit kita naik ke 3,6 sampai 3,7 persen dari PDB,” kata

Menurut Purbaya, pemerintah saat ini sedang berupaya keras agar defisit anggaran tetap terjaga di bawah ambang batas 3 persen dari Produk Domestik Bruto (PDB). 

Sebagai langkah mitigasi sebelum menyentuh harga BBM, Kementerian Keuangan (Kemenkeu) menyiapkan skenario penundaan sejumlah proyek atau pengadaan barang yang dianggap tidak mendesak. Belanja negara akan difokuskan hanya pada program-program yang memberikan dampak langsung bagi kesejahteraan masyarakat.

Beberapa poin mitigasi fiskal pemerintah antara lain, penundaan proyek fisik yang belum masuk tahap krusial, menggeser dana pengadaan barang ke subsidi energi, dan memastikan bantuan sosial tetap berjalan meskipun terjadi tekanan fiskal.

Kenaikan harga minyak yang signifikan ini tidak terlepas dari situasi keamanan di Timur Tengah yang kian memanas. Penghentian operasional di kilang Ras Tanura milik Saudi Aramco akibat serangan drone di tengah konflik Israel-Iran menjadi faktor utama yang mengguncang pasokan energi dunia.

Pemerintah akan terus memantau dinamika pasar energi dalam beberapa pekan ke depan sebelum mengambil keputusan final terkait harga BBM di tingkat konsumen.

(Febrina Ratna Iskana)

SHARE