RAPBN 2027 Dirancang Ekspansif, Purbaya: Dukung Daya Beli Masyarakat
Purbaya Yudhi Sadewa menekankan bahwa RAPBN 2027 sengaja ditargetkan ekspansif untuk memberikan stimulus nyata bagi perekonomian nasional.
IDXChannel - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menekankan bahwa Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 sengaja ditargetkan ekspansif untuk memberikan stimulus nyata bagi perekonomian nasional.
Kebijakan ini ditandai dengan peningkatan alokasi Belanja Pemerintah Pusat (BPP) yang terus menunjukan tren kenaikan sejak 2023 guna mengoptimalkan pelayanan publik sekaligus menjaga daya beli masyarakat.
"Untuk belanja pemerintah pusat pada tahun 2027 akan diarahkan menuju belanja berkualitas dengan tetap menjaga kinerja pelayanan publik dan mendukung daya beli masyarakat untuk mencapai keberlanjutan pembangunan. Dalam RAPBN 2027, anggaran BPP direncanakan sebesar Rp3.362,2 triliun atau meningkat sebesar 3,6 persen dibandingkan dengan outlook tahun 2026. Jadi fiskal kita tetap dirancang untuk ekspansif walaupun tidak besar sekali," kata Purbaya dalam konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan 2027 di kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Dari sisi pendapatan negara, pemerintah menargetkan Rp3.426 triliun atau tumbuh 6,8 persen dari outlook 2026 dengan rasio sebesar 12,25 persen terhadap PDB guna memperkuat kapasitas fiskal secara bertahap dan berkelanjutan.
Porsi pendapatan tersebut didominasi penerimaan perpajakan sebesar Rp2.908 triliun, utang pajak sebesar Rp517,4 triliun, serta hibah senilai Rp7,0 triliun.
"Sampai dengan data terakhir hari ini, pertumbuhan pengumpulan pajak kita sudah mencapai 30 persen, jadi jauh lebih baik dibanding tahun lalu dan ke depan saya pikir kita akan tetap bisa memperbaiki tax ratio kita secara signifikan. Ke depan semester kedua tahun ini kita akan pastikan itu akan lebih bagus lagi sehingga kita bisa tumbuh mendekati 6 persen pada akhir tahun 2026 ini, dan untuk 2027, kita memasang target ekonomi juga bisa tumbuh sekitar 6 persen plus minus sedikit," ujar Purbaya.
Pemerintah memastikan penyaluran belanja pusat tersebut akan difokuskan untuk mendukung pencapaian target Program Kerja Prioritas Nasional (PKPN) 2027, memacu pertumbuhan ekonomi, meningkatkan kualitas pelayanan publik dan SDM, serta membangun prasarana prioritas nasional.
Selain itu, akselerasi penurunan kemiskinan ekstrem berbasis Data Tunggal Sosial dan Ekonomi Nasional (DTSEN), penguatan program graduasi kemiskinan, serta penajaman akurasi penerima subsidi dan bansos juga menjadi agenda prioritas.
Seturut itu, alokasi dituangkan untuk pemerataan kualitas pendidikan dan pembangunan sumber daya manusia unggul menjadi fokus utama dalam pilar anggaran negara tahun depan. Langkah ini diwujudkan melalui pemberian jaminan pembiayaan sekolah hingga perbaikan fasilitas belajar secara menyeluruh.
"Sesuai dengan Undang-Undang 45, negara memprioritaskan anggaran pendidikan sekurang-kurangnya 20 persen dari PPN untuk mendukung penyelenggaraan pendidikan nasional melalui PIP kepada 22,1 juta siswa dan KIP kuliah kepada 1,1 juta siswa, serta kami juga akan membangun sekolah unggul Garuda dan sekolah rakyat, meningkatkan kualitas pembelajaran melalui makanan bergizi gratis," kata Purbaya.
Di sisi lain, pemerintah juga menggulirkan anggaran perlindungan sosial yang cukup besar, yakni senilai Rp549,9 triliun atau naik 10 persen dibanding 2026 untuk melindungi masyarakat rentan dari risiko sosial sekaligus menjaga daya beli mereka.
Sementara untuk pos ketahanan pangan, pemerintah mengalokasikan dana tinggi sebesar Rp195,3 triliun yang mencatatkan pertumbuhan sekitar 2,3 persen dibanding 2026.
"Anggaran perlindungan sosial di tahun 2027 mencapai Rp549,9 triliun, itu tumbuh 10 persen dibanding dengan pada tahun 2026, anggaran ketahanan pangan juga tetap tinggi di Rp195,3 triliun, tumbuh sekitar 2,3 persen, dan yang jelas untuk postur anggaran, defisitnya diproyeksikan mencapai 2,4 persen dari PDB sehingga apa yang didesain oleh Bapak Presiden hampir pasti akan bisa direalisasikan," tutur Purbaya.
(NIA DEVIYANA)