Tak Ada Kenaikan Gaji Guru di RAPBN 2027, Ini Penjelasan Purbaya
Purbaya menjelaskan, pemerintah saat ini fokus mengoptimalkan pagu anggaran pendidikan yang ada untuk berbagai program peningkatan mutu pembelajaran.
IDXChannel - Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menekankan bahwa Rancangan Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (RAPBN) 2027 tidak memasukkan alokasi anggaran tambahan untuk kenaikan gaji para guru.
Purbaya menjelaskan, pemerintah saat ini fokus mengoptimalkan pagu anggaran pendidikan yang ada untuk berbagai program peningkatan mutu pembelajaran, termasuk pembangunan fasilitas sekolah unggul serta program pemenuhan gizi nasional melalui Makan Bergizi Gratis (MBG).
Kendati demikian, penyesuaian alokasi anggaran belanja pegawai tersebut masih sangat dinamis dan bergantung pada perkembangan kapasitas fiskal negara di masa mendatang.
"Bukan berarti enggak mungkin, kan bisa saja sambil berjalannya waktu nanti kalau memang kita punya uang lebih dan emang dibutuhkan, kita bisa tambah juga, tapi sekarang belum direncanakan," ujar Purbaya selepas konferensi pers RAPBN dan Nota Keuangan 2027 di kantor pusat Direktorat Jenderal Pajak, Jakarta, Jumat (14/8/2026).
Adapun, pemerintah menetapkan alokasi anggaran pendidikan dalam RAPBN 2027 sebesar Rp820,9 triliun, di mana Rp240 triliun di antaranya akan digulirkan khusus untuk mendanai program MBG. Angka tersebut setara dengan 29,23 persen dari keseluruhan pagu belanja pendidikan tahun 2027
Purbaya memaparkan, satu fokus utama dari pemanfaatan dana pendidikan tahun depan tersebut difungsikan untuk menyasar 60,6 juta jiwa penerima manfaat program MBG.
Secara kumulatif, nilai Rp820,9 triliun dalam draf anggaran pendidikan ini mencatatkan kenaikan sekitar 13,9 persen apabila disandingkan dengan anggaran pendidikan 2026 yang berada di angka Rp720,8 triliun.
Purbaya menekankan bahwa dana pendidikan di 2027 bakal didistribusikan secara optimal untuk mempermudah akses sekaligus mendongkrak mutu pembelajaran secara inklusif, seperti melalui penyaluran Program Indonesia Pintar (PIP) bagi 22,1 juta murid serta Kartu Indonesia Pintar (KIP) Kuliah yang ditargetkan menyasar 1,1 juta mahasiswa.
(NIA DEVIYANA)