BEI Rapat Bareng MSCI Lagi, Janjikan Kebijakan Transparansi Saham Tuntas sebelum Akhir April 2026
BEI bersama KSEI dengan arahan OJK menyampaikan langkah tegas untuk memperkuat kredibilitas, integritas, dan transparansi pasar modal Indonesia.
IDXChannel – PT Bursa Efek Indonesia (BEI) bersama PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI) dengan arahan Otoritas Jasa Keuangan (OJK) menyampaikan langkah tegas untuk memperkuat kredibilitas, integritas, dan transparansi pasar modal Indonesia.
Sekretaris Perusahaan BEI Kautsar Primadi Nurahmad menyampaikan, BEI dan KSEI menindaklanjuti masukan dari Morgan Stanley Capital International (MSCI) dalam pertemuan yang telah digelar secara daring dan membahas beberapa inisiatif.
Pertama, perluasan keterbukaan data kepemilikan saham. Artinya, keterbukaan data kepemilikan saham tidak lagi terbatas pada kepemilikan di atas 5 persen.
"BEI akan menambahkan pengungkapan kepemilikan saham di atas 1 persen yang disampaikan secara bulanan, guna semakin meningkatkan transparansi pasar," katanya dalam keterangan resmi, Kamis (5/2/2026).
Kedua, kata Kautsar, penyempurnaan klasifikasi investor dalam Single Investor Identification (SID) yang saat ini terdiri dari sembilan jenis investor.
KSEI akan berkolaborasi dengan pelaku pasar untuk menambahkan sejumlah data fields guna meningkatkan granularitas data. "Penyempurnaan ini akan dilakukan melalui penambahan 27 klasifikasi investor sebagai subkategori pada jenis investor Corporate (CP) dan Others (OT) dalam SID," kata dia.
Ketiga, peningkatan ketentuan minimum free float menjadi 15 persen. Hal ini sebagai kelanjutan dari upaya pendalaman pasar dan penyelarasan dengan delapan rencana aksi percepatan reformasi integritas pasar modal Indonesia.
"Ketentuan minimum free float akan ditingkatkan dari 7,5 persen menjadi 15 persen. Peningkatan tersebut akan diterapkan secara bertahap," ujar Kautsar.
Kautsar menyampaikan, seluruh inisiatif tersebut ditargetkan untuk dapat diselesaikan sebelum akhir April 2026.
Ke depan, BEI dan KSEI dengan arahan OJK, menegaskan komitmen untuk terus menjaga keterlibatan yang tepat waktu, proaktif, dan konstruktif dengan MSCI.
"Langkah-langkah ini diharapkan dapat memberikan peningkatan nyata terhadap transparansi pasar serta semakin memperkuat daya saing pasar modal Indonesia di tingkat global," ujarnya.
(Dhera Arizona)