MARKET NEWS

Fokus Pangkas Utang, Intiland (DILD) Sepakat Tak Bagi Dividen 2025

Taufan Sukma Abdi Putra 11/06/2026 19:27 WIB

Sepanjang 2025, DILD terbukti berhasil memangkas total utang sebesar 25 persen menjadi Rp3,08 triliun, dari posisi sebelumnya sebesar Rp4,11 triliun pada 2024.

Fokus Pangkas Utang, Intiland (DILD) Sepakat Tak Bagi Dividen 2025 (foto: iNews Media Group)

IDXChannel - Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) yang digelar oleh PT Intiland Development Tbk (DILD) sepakat memaksimalkan pemanfaatan laba bersih yang diraup sepanjang 2025 lalu untuk memperkuat posisi neraca Perseroan.

Dengan demikian, emiten properti tersebut memastikan tidak adanya pembagian dividen untuk tahun buku 2025, lantaran keseluruhan laba bersih bakal digunakan sebagai dana cadangan wajib sebesar RP2 miliar, dan sisanya sebesar Rp62,26 miliar sebagai saldo laba.

Langkah penguatan neraca keuangan ini, sejalan dengan strategi Perseroan yang memang masih menempatkan pengurangan utang (deleveraging) sebagai prioritas utama sepanjang 2026.

"Strategi ini sangat penting bagi kami dalam memperkuat struktur permodalan, menjaga efisiensi keuangan, serta meningkatkan daya tahan bisnis di tengah tantangan industri properti," ujar Direktur Utama DILD, Archied Noto Pradono, dalam Paparan Publik (Public Expose/PE) Perseroan, yang digelar pasca pelaksanaan RUPST, Rabu (10/6/2026).

Sepanjang 2025, DILD terbukti berhasil memangkas total utang sebesar 25 persen menjadi Rp3,08 triliun, dari posisi sebelumnya sebesar Rp4,11 triliun pada 2024.

Penurunan utang dilakukan melalui berbagai langkah, mulai dari restrukturisasi pinjaman, percepatan pelunasan kewajiban, penjualan aset non-inti, hingga pelunasan Sukuk Ijarah Berkelanjutan I Intiland Development Tahap II dan Tahap III Seri B Tahun 2022.

Memasuki 2026, menurut Archied, pihaknya juga masih tetap memilih konservatif dalam menjalankan bisnis, dengan fokus Perseroan lebih diarahkan pada proyek-proyek yang telah berjalan, sementara pengembangan baru akan dilakukan secara lebih selektif dengan mempertimbangkan kondisi pasar dan daya serap konsumen.

"Tahun ini, kami masih cenderung konservatif dengan mengandalkan proyek-proyek yang ada. Pengembangan proyek baru tetap kami siapkan tetapi dilakukan sangat hati-hati, dengan mencermati peluang dan momentum yang tepat serta daya serap pasar," ujar Archied.

Pada Triwulan I-2026, DILD membukukan pendapatan usaha Rp619,8 miliar, turun 3,3 persen dibandingkan periode yang di 2025 lalu, dengan kontribusi terbesar berasal dari segmen pendapatan berulang (recurring income) sebesar Rp232,6 miliar atau 37,5 persen dari total pendapatan.

Kontribusi tersebut kemudian disusul oleh bisnis kawasan industri sebesar Rp227,4 miliar, atau 36,7 persen, perumahan Rp121,9 miliar atau 19,7 persen, serta high-rise residential Rp37,9 miliar atau 6,1 persen.

Di tengah kondisi pasar yang masih selektif di 2026, DILD cukup percaya diri dengan memasang target marketing sales sebesar Rp1,95 triliun, atau lebih tinggi dibandingkan realisasi tahun lalu sebesar Rp1,61 triliun.

Untuk mencapai target tersebut, DILD menyiapkan sejumlah strategi, termasuk pengembangan kawasan industri baru di Jawa Timur serta peluncuran Tower E Apartemen SQ Res pada semester II-2026.

"Kami melihat peluang pertumbuhan masih terbuka, terutama pada segmen yang memiliki kebutuhan nyata dan daya serap pasar yang lebih kuat. Strategi pemasaran dan pengembangan kami jalankan secara lebih terukur agar dapat mendukung pencapaian target kinerja sekaligus menjaga fundamental Perseroan tetap sehat," ujar Archied.

(taufan sukma)

SHARE