IDXChannel - PT Intiland Development Tbk (DILD) mencatat pelemahan kinerja sepanjang tahun lalu. Pendapatan usaha dan laba bersih perusahaan properti tersebut kompak turun.
Dalam laporan keuangan yang dikutip Senin (30/3/2026), pendapatan usaha Intiland turun 3,5 persen menjadi Rp2,46 triliun. Segmen penjualan perumahan, kawasan industri, dan high rise menyumbang Rp1,51 triliun dan segmen pendapatan dari hotel hingga perkantoran memberikan kontribusi Rp948 miliar.
Profitabilitas Intiland sebetulnya meningkat, tercermin dari laba kotor yang naik 22,4 persen menjadi Rp961 miliar dengan margin 39 persen, lebih tinggi dari 2024 yang sebesar 31 persen. Begitu juga dengan laba usaha yang mencapai Rp672 miliar, naik 48 persen.
Kenaikan margin itu terutama ditopang penurunan beban pokok penjualan (COGS) dan beban operasional yang mencakup beban penjualan serta beban umum dan administrasi.
Namun, perseroan menghadapi beban bunga yang mencapai Rp371 miliar dan kerugian atas penurunan nilai aset sebesar Rp462 miliar. Alhasil, laba bersih turun tajam hingga 63,4 persen menjadi Rp64 miliar. Margin laba bersih juga ikut turun dari 7 persen menjadi 3 persen.