sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Menilik Agenda Reformasi yang Diusung Kevin Warsh, Ketua The Fed Pengganti Powell

Market news editor Nia Deviyana
14/05/2026 17:54 WIB
Kevin Warsh kembali ke bank sentral AS sebagai pemimpin dengan agenda reformasi luas. Namun, kemungkinan tidak mudah diwujudkan dalam waktu yang cepat.
Menilik Agenda Reformasi yang Diusung Kevin Warsh, Ketua The Fed Pengganti Powell. Foto: AP.
Menilik Agenda Reformasi yang Diusung Kevin Warsh, Ketua The Fed Pengganti Powell. Foto: AP.

IDXChannel - Lima belas tahun setelah meninggalkan Federal Reserve (The Fed) lantaran menentang program pembelian obligasi besar-besaran yang kini membuat neraca membengkak hingga USD6,7 triliun, Kevin Warsh kembali ke bank sentral AS sebagai pemimpin dengan agenda reformasi luas. Namun, kemungkinan tidak mudah diwujudkan dalam waktu yang cepat.

Melansir Reuters, Kamis (14/5/2026), Senat AS mengonfirmasi Warsh sebagai Ketua The Fed untuk masa jabatan empat tahun melalui pemungutan suara yang sebagian besar mengikuti garis partai. Pelantikan resminya dijadwalkan berlangsung dalam beberapa hari ke depan.

Kritiknya terhadap bank sentral mencakup berbagai hal, mulai dari cara The Fed memantau inflasi, kesediaannya menyelamatkan pasar, hingga strategi komunikasinya. 

Agenda reformasi yang diusulkan Warsh tidak hanya reformasi teknis pada analisis ekonomi, tetapi juga perubahan sensitif dalam cara The Fed berkomunikasi dengan pasar keuangan dan publik, yang sebelumnya telah dibahas dan dinilai sulit diubah dengan cepat.

Presiden AS Donald Trump beberapa kali berselisih dengan Ketua The Fed sebelumnya, Jerome Powell. Awalnya Trump menuntut penurunan suku bunga, lalu memperluas tekanannya melalui upaya memecat Gubernur The Fed Lisa Cook serta penyelidikan pidana oleh Departemen Kehakiman terhadap Powell, yang oleh banyak pihak dianggap sebagai serangan terhadap independensi bank sentral. Kasus Cook masih bergulir di Mahkamah Agung AS, sementara penyelidikan terhadap Powell telah ditutup.

Masa jabatan delapan tahun Powell sebagai ketua berakhir pada Jumat, namun dia memutuskan tetap berada di Dewan Gubernur The Fed hingga proses penyelidikan benar-benar selesai, sebagian untuk melindungi institusi tersebut dari potensi serangan hukum lanjutan.

Tantangan Warsh

Tantangan langsung Warsh adalah menghadapi konflik antara tuntutan Trump untuk memangkas suku bunga. Namun, data ekonomi yang belum mendukung langkah tersebut. Tingkat pengangguran AS masih relatif rendah di 4,3 persen, sementara inflasi masih berada di atas target 2 persen dan cenderung meningkat.

Dalam rapat kebijakan pertamanya pada Juni, keberhasilan Warsh bisa jadi hanya sekadar menahan koleganya di Federal Open Market Committee agar tidak mendorong kenaikan suku bunga.

Pada rapat akhir April, tiga pejabat The Fed sudah menyuarakan perlunya bahasa yang mengarah ke potensi kenaikan suku bunga, dan tren ini bisa menguat seiring meluasnya tekanan inflasi.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement