sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Menilik Agenda Reformasi yang Diusung Kevin Warsh, Ketua The Fed Pengganti Powell

Market news editor Nia Deviyana
14/05/2026 17:54 WIB
Kevin Warsh kembali ke bank sentral AS sebagai pemimpin dengan agenda reformasi luas. Namun, kemungkinan tidak mudah diwujudkan dalam waktu yang cepat.
Menilik Agenda Reformasi yang Diusung Kevin Warsh, Ketua The Fed Pengganti Powell. Foto: AP.
Menilik Agenda Reformasi yang Diusung Kevin Warsh, Ketua The Fed Pengganti Powell. Foto: AP.

Saat Powell ditunjuk oleh Trump pada 2018, butuh sekitar enam bulan sebelum presiden mulai mengkritiknya secara terbuka. Kini, investor bahkan tidak memperkirakan penurunan suku bunga sebelum 2028.

Dalam berbagai pidato dan wawancara, Warsh mengemukakan beberapa alasan mengapa suku bunga masih bisa turun. Dia mengatakan peningkatan produktivitas dari kecerdasan buatan dapat menekan harga, pengurangan kepemilikan obligasi jangka panjang oleh The Fed dapat menjadi alasan penurunan suku bunga jangka pendek, serta metode pengukuran inflasi alternatif menunjukkan kenaikan harga yang lebih lambat.

Para mantan staf dan pejabat The Fed memperkirakan langkah awal Warsh adalah melakukan evaluasi internal, diikuti perdebatan di FOMC, lalu kemungkinan perubahan kebijakan seperti aturan cadangan bank atau penggunaan indikator inflasi alternatif.

Warsh juga ingin mengubah beberapa alat komunikasi utama, seperti Summary of Economic Projections (SEP) yang memuat “dot plot” proyeksi suku bunga. Meski ada ketidakpuasan terhadap SEP, alat ini dan konferensi pers tetap dianggap penting dalam membentuk ekspektasi publik.

Dalam survei Brookings Institution, hampir semua responden menilai konferensi pers pasca-rapat sangat berguna, dan lebih dari separuh mengatakan hal yang sama untuk SEP dan dot plot. Mantan Presiden The Fed St. Louis, James Bullard, bahkan menyebut konferensi pers sebagai “standar internasional” yang sulit diubah.

Halaman : 1 2 3
Advertisement
Advertisement