IDXChannel - Nilai tukar rupiah ditutup menguat pada perdagangan Selasa (28/4/2026), naik 57 poin atau sekitar 0,33 persen ke level Rp17.229 per USD.
Penguatan ini terjadi di tengah dinamika global yang masih dipenuhi ketidakpastian, khususnya terkait konflik di Timur Tengah.
Pengamat pasar uang, Ibrahim Assuaibi, menilai sentimen eksternal masih menjadi faktor dominan. Upaya untuk mengakhiri konflik antara Amerika Serikat dan Iran dinilai belum menunjukkan kemajuan signifikan, terutama dengan masih terganggunya jalur pelayaran strategis di Selat Hormuz.
“Iran memang menawarkan proposal baru untuk membuka kembali Selat Hormuz, namun Washington masih skeptis karena proposal tersebut tidak menyentuh isu utama terkait program nuklir,” ujar Ibrahim dalam risetnya Selasa (28/4/2026).
Kebuntuan negosiasi ini berdampak pada terganggunya pasokan energi global, mengingat Selat Hormuz merupakan jalur vital yang menyalurkan sekitar 20 persen kebutuhan minyak dan gas dunia.