Sepanjang tahun lalu, Intiland membukukan angka prapenjualan (marketing sales) Rp1,61 triliun, terealisasi 80 persen dari target awal Rp2,00 triliun. Marketing sales tersebut dikontribusikan dari segmen kawasan perumahan Rp831 miliar, kawasan industri Rp638 miliar, dan Mixed Use & High Rise Rp139 miliar.
Aset Intiland tercatat turun 4,3 persen menjadi Rp13,1 triliun. Sementara ekuitas meningkat 0,6 persen menjadi Rp6,79 triliun.
Hingga akhir 2025, Intiland memiliki cadangan tanah alias landbank sebesar 2.200,1 hektare (ha) yang tersebar di Surabaya, Jawa Timur hingga Maja, Banten. Persediaan tanah yang sudah dikembangkan baru sekitar 172,1 ha.
Sementara cadangan lahan yang belum dikembangkan alias undeveloped landbank sekitar 2.028 ha. Landbank tersebut dinilai rahcukup untuk pengembangan sampai 20 tahun ke depan.
(Rahmat Fiansyah)