sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Intiland (DILD) Raih Pendapatan Rp2,46 Triliun pada 2025

Market news editor Rahmat Fiansyah
30/03/2026 19:00 WIB
PT Intiland Development Tbk (DILD) mencatat pelemahan kinerja sepanjang tahun lalu dengan pendapatan dan laba bersih terkoreksi.
PT Intiland Development Tbk (DILD) mencatat pelemahan kinerja sepanjang tahun lalu dengan pendapatan dan laba bersih terkoreksi. (Foto: Ist)
PT Intiland Development Tbk (DILD) mencatat pelemahan kinerja sepanjang tahun lalu dengan pendapatan dan laba bersih terkoreksi. (Foto: Ist)

IDXChannel - PT Intiland Development Tbk (DILD) mencatat pelemahan kinerja sepanjang tahun lalu. Pendapatan usaha dan laba bersih perusahaan properti tersebut kompak turun.

Dalam laporan keuangan yang dikutip Senin (30/3/2026), pendapatan usaha Intiland turun 3,5 persen menjadi Rp2,46 triliun. Segmen penjualan perumahan, kawasan industri, dan high rise menyumbang Rp1,51 triliun dan segmen pendapatan dari hotel hingga perkantoran memberikan kontribusi Rp948 miliar.

Profitabilitas Intiland sebetulnya meningkat, tercermin dari laba kotor yang naik 22,4 persen menjadi Rp961 miliar dengan margin 39 persen, lebih tinggi dari 2024 yang sebesar 31 persen. Begitu juga dengan laba usaha yang mencapai Rp672 miliar, naik 48 persen.

Kenaikan margin itu terutama ditopang penurunan beban pokok penjualan (COGS) dan beban operasional yang mencakup beban penjualan serta beban umum dan administrasi. 

Namun, perseroan menghadapi beban bunga yang mencapai Rp371 miliar dan kerugian atas penurunan nilai aset sebesar Rp462 miliar. Alhasil, laba bersih turun tajam hingga 63,4 persen menjadi Rp64 miliar. Margin laba bersih juga ikut turun dari 7 persen menjadi 3 persen.

Sepanjang tahun lalu, Intiland membukukan angka prapenjualan (marketing sales) Rp1,61 triliun, terealisasi 80 persen dari target awal Rp2,00 triliun. Marketing sales tersebut dikontribusikan dari segmen kawasan perumahan Rp831 miliar, kawasan industri Rp638 miliar, dan Mixed Use & High Rise Rp139 miliar.

Aset Intiland tercatat turun 4,3 persen menjadi Rp13,1 triliun. Sementara ekuitas meningkat 0,6 persen menjadi Rp6,79 triliun.

Hingga akhir 2025, Intiland memiliki cadangan tanah alias landbank sebesar 2.200,1 hektare (ha) yang tersebar di Surabaya, Jawa Timur hingga Maja, Banten. Persediaan tanah yang sudah dikembangkan baru sekitar 172,1 ha.

Sementara cadangan lahan yang belum dikembangkan alias undeveloped landbank sekitar 2.028 ha. Landbank tersebut dinilai rahcukup untuk pengembangan sampai 20 tahun ke depan.

(Rahmat Fiansyah)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement