Menanti Skenario Besar MUFG di Bank Danamon (BDMN)
Mitsubishi UFJ Financial Group Inc (MUFG) dilaporkan tengah mengevaluasi sejumlah opsi strategis untuk PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN).
IDXChannel - Mitsubishi UFJ Financial Group Inc (MUFG) dilaporkan tengah mengevaluasi sejumlah opsi strategis untuk PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN), termasuk kemungkinan melepas sebagian saham atau bahkan membawa bank tersebut menjadi perusahaan tertutup (go private).
Melansir dari dpa-AFX, Rabu (27/5/2026), langkah itu mencuat setelah regulator pasar modal Indonesia menerapkan aturan baru pada awal 2026 yang mewajibkan emiten meningkatkan free float dalam tiga tahun guna memperbesar transparansi dan likuiditas pasar.
Saat ini, raksasa perbankan asal Jepang tersebut menguasai sekitar 92,5 persen saham Danamon.
Dengan struktur kepemilikan yang sangat dominan, ruang saham publik menjadi terbatas dan dinilai berpotensi tidak memenuhi ketentuan baru.
Mengutip Bloomberg, Selasa (26/5), MUFG disebut tengah bekerja sama dengan penasihat keuangan untuk mengkaji berbagai alternatif yang tersedia.
Spekulasi aksi korporasi tersebut sebelumnya sempat memicu lonjakan harga saham Danamon pada April lalu.
Menurut data Bursa Efek Indonesia (BEI), saham BDMN menguat 17,62 persen dalam sebulan terakhir, ditutup di level Rp4.740 per unit pada Selasa (26/5). Sementara, sejak awal 2026 (YtD), saham BDMN melonjak 91,90 persen.
Meski demikian, MUFG menegaskan belum ada keputusan final yang diambil. Perusahaan tersebut sebelumnya menyatakan masih mempelajari dampak aturan free float terbaru di Indonesia beserta berbagai opsi penyesuaian yang memungkinkan.
Sementara itu, masih menurut Bloomberg, Bank Danamon menyatakan tengah meninjau regulasi baru tersebut dan akan mengambil langkah yang diperlukan agar tetap mematuhi ketentuan yang berlaku.
Saat ini, nilai pasar atau market cap BDMN mencapai sekitar Rp45,8 triliun.
Sebelumnya, muncul laporan dari Head of Investment and Advisory Stockbit & Bibit, Vivi Handoyo Lie dan Investment Analyst Stockbit, Everson Sugianto yang menilai integrasi BDMN dengan MUFG Indonesia berpotensi membuka opsi cash exit bagi pemegang saham minoritas melalui mekanisme dissenter buyback berdasarkan POJK 41/2019.
Menurut analisis tersebut, skenario buyback tidak harus menunggu proses delisting. Dalam sejumlah preseden integrasi perbankan, harga buyback bagi pemegang saham yang tidak menyetujui aksi korporasi umumnya diumumkan sebelum integrasi efektif berjalan.
Stockbit juga menilai valuasi buyback berpotensi berada di kisaran nilai buku hingga 1,5 kali nilai buku, mengacu pada transaksi serupa di sektor perbankan. Dengan BVPS BDMN per kuartal I-2026 sebesar Rp5.464 per saham, pasar mulai berspekulasi terhadap potensi valuasi dalam skenario integrasi tersebut.
Meski demikian, analis mengingatkan risiko utama tetap berada pada kemungkinan nota kesepahaman integrasi BDMN dan MUFG tidak berlanjut menjadi transaksi definitif.
Pada akhir April lalu, Chief Strategy Officer Bank Danamon Indonesia, Reza Iskandar Sardjono, menegaskan pihaknya tidak akan menanggapi isu yang beredar di pasar.
“Kami tidak dapat berkomentar terhadap rumor atau spekulasi,” kata Reza kepada IDXChannel.com, pada 22 April 2026.
Ia menjelaskan, dinamika harga saham sepenuhnya ditentukan oleh mekanisme pasar.
“Pergerakan harga saham Danamon di pasar modal dipengaruhi oleh permintaan dan penawaran dalam mekanisme pasar, yang seluruhnya berada di luar kendali Danamon,” ujar dia.
Lebih lanjut, Reza menekankan fokus perseroan tetap pada penguatan fundamental bisnis.
“Danamon senantiasa berfokus dalam mengelola kegiatan usahanya sejalan dengan prioritas strategisnya, menjadi penyedia solusi finansial terpercaya bagi nasabah, dan terus berkontribusi bagi pertumbuhan industri jasa keuangan dan perekonomian Indonesia,” tutur Reza. (Aldo Fernando)
Disclaimer: Keputusan pembelian/penjualan saham sepenuhnya ada di tangan investor.