DPR Minta Pemerintah Lakukan Pencegahan Penyebaran Hantavirus di Indonesia
DPR meminta Pemerintah untuk melakukan upaya pencegahan penyebaran Hantavirus di Indonesia.
IDXChannel - Komisi IX DPR meminta Pemerintah untuk melakukan upaya pencegahan penyebaran Hantavirus di Indonesia. Hal ini menyusul adanya penyebaran Hantavirus yang mewabah di kapal pesiar mewah, MV Hondius di Argentina.
“Pemerintah harus meningkatkan kewaspadaan terhadap masuknya Hantavirus ke wilayah Indonesia. Karena penyakit tersebut sangat berbahaya yang sampai menimbulkan kematian,” kata Wakil Ketua Komisi IX DPR Yahya Zaini, Jumat (8/5/2026).
Seperti diketahui, kasus penyebaran Hantavirus menjadi perhatian publik setelah muncul dan mewabah di Kapal MV Hondius yang berlayar dari Ushuaia di Argentina menuju ke Tanjung Verde. Saat ini, kapal pesiar mewah itu tertahan di perairan Praia, Cape Verde, bersama para penumpangnya.
Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) melaporkan sedikitnya tiga orang meninggal di kapal pesiar yang sedang berlayar di Samudera Atlantik itu. Terdapat pula 6 orang lain yang menjadi suspek Hantavirus, dengan satu di antaranya berada dalam perawatan intensif di Afrika Selatan.
Meski kasus Hantavirus belum terdeteksi di Indonesia, Yahya meminta agar Pemerintah melakukan antisipasi.
“Pengawasan ketat di pintu-pintu masuk wilayah Indonesia harus dilakukan. Baik di bandara dan pelabuhan, bahkan pelabuhan di jalur-jalur tikus. Ini sebagai langkah pencegahan,” ujarnya.
Dia juga mendorong agar Pemerintah segera menyiapkan Standar Operasional Prosedur (SOP) dan mitigasi di setiap fasilitas kesehatan di Indonesia untuk penanganan Hantavirus. Hal tersebut diperlukan agar ada penanganan cepat apabila Hantavirus teridentifikasi di Indonesia.
“Harus ada penguatan di semua fasilitas kesehatan. Baik dari infrastruktur, maupun tenaga kesehatan yang harus sudah memahami prosedur penanganan Hantavirus,” tuturnya.
Dia juga mengingatkan Pemerintah agar melakukan pemantauan dan skrining yang ketat. Khususnya, kata Yahya, bagi warga negara asing (WNA) maupun WNI yang baru saja berpergian dari luar negeri.
“Siapkan juga PCR di rumah-rumah sakit pusat dan daerah untuk mengantisipasi masuknya Hantavirus ke Indonesia. Jika perlu juga di bandara untuk mengecek mereka yang baru datang dari negara-negara suspek Hantavirus atau negara berisiko,” kata dia.
Adapun Hantavirus merupakan kelompok virus dari genus Orthohantavirus yang menyebar dari hewan pengerat ke manusia. Penularan paling umum terjadi melalui udara yang terkontaminasi urine, air liur, atau kotoran tikus yang terinfeksi.
Meski jarang terjadi, penularan antar manusia juga dapat terjadi dan dapat menyebabkan gangguan pernapasan serius.
Oleh karenanya, Yahya menekankan pentingnya sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat mengenai penyakit ini dan bagaimana pencegahannya.
Yahya pun meminta masyarakat untuk tidak khawatir, namun mengajak agar senantiasa waspada. Termasuk dengan membiasakan diri melakukan gaya hidup sehat.
“Mari kita saling menjaga, demi kesehatan diri bersama keluarga. Dan terus pantau perkembangan informasi dari sumber-sumber terpercaya, serta perhatikan arahan dari Pemerintah,” tuturnya.
(kunthi fahmar sandy)