News

Menko PMK Minta Evaluasi Menyeluruh Keamanan Bangunan Sekolah dan Pesantren 

Muhammad Refi Sandi 13/10/2025 00:02 WIB

Kemenko PMK telah menyiapkan sejumlah usulan strategis untuk ditindaklanjuti lintas kementerian dan lembaga.

Menko PMK Minta Evaluasi Menyeluruh Keamanan Bangunan Sekolah dan Pesantren 

IDXChannel - Menteri Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), Pratikno menegaskan pentingnya langkah cepat dan menyeluruh untuk menjamin keamanan bangunan sekolah dan pesantren di seluruh Indonesia.

“Ini adalah momentum kita untuk memperbaiki. Kita harus menjamin keamanan semua bangunan pendidikan, terlepas dari usia bangunannya,” kata Pratikno dikutip, Minggu (12/10/2025).

Dia menambahkan, Kemenko PMK telah menyiapkan sejumlah usulan strategis untuk ditindaklanjuti lintas kementerian dan lembaga. Salah satunya adalah pelaksanaan evaluasi keamanan struktur bangunan secara masif di seluruh Indonesia tanpa tebang pilih. 

Pratikno menekankan bahwa asesmen harus dilakukan secara bertahap dan terukur melalui tiga pendekatan, yakni asesmen mandiri, asesmen teknis awal, dan asesmen teknis mendalam.

“Asesmen harus dilakukan menyeluruh, tidak pilih-pilih, karena ini menyangkut keselamatan santri, guru, dan seluruh warga pendidikan,” kata dia.

Pratikno juga menyoroti pentingnya kolaborasi lintas sektor dalam pelaksanaan strategi ini.

Dia menekankan bahwa pemerintah daerah memiliki peran krusial dalam pelaksanaan asesmen dan pengawasan di lapangan, mengingat variasi kondisi bangunan di tiap daerah.

“Kolaborasi menjadi sangat penting. Pemerintah daerah harus mengambil peran utama dalam asesmen dan penjaminan keamanan bangunan di wilayahnya,” kata dia.

Selain pemerintah daerah, Kemenko PMK juga akan menggandeng perguruan tinggi yang memiliki keahlian di bidang konstruksi, teknik sipil, dan keselamatan bangunan untuk berpartisipasi sebagai tenaga ahli.

Pratikno menilai, keterlibatan akademisi dan praktisi akan memperkuat keakuratan hasil asesmen dan mempercepat proses tindak lanjut di lapangan.

“Kami juga akan merangkul perguruan tinggi dan para ahli konstruksi untuk menjadi bagian dari upaya ini. Mereka memiliki kapasitas yang dibutuhkan untuk memastikan evaluasi berjalan profesional,” katanya.

(Nur Ichsan Yuniarto)

SHARE