News

Swedia Peringatkan Potensi Kelangkaan Avtur di Kawasan Skandinavia Imbas Konflik Selat Hormuz

Kurnia Nadya 29/04/2026 11:44 WIB

Jika perang di Timur Tengah memburuk dan terus berlanjut, akan berdampak negatif pada ketahanan energi di Skandinavia.

Swedia Peringatkan Potensi Kelangkaan Avtur di Kawasan Skandinavia Imbas Konflik Selat Hormuz. (Foto:Istimewa)

IDXChannel—Pemerintah Swedia memperingatkan potensi kelangkaan avtur di kawasan Skandinavia akibat gangguan pasokan bahan bakar yang disebabkan oleh perang antara Iran dan Amerika Serikat serta penutupan Selat Hormuz

Melansir AFP (29/4/2026), Menteri Energi Swedia Ebba Busch mengatakan peringatan dini ini diputuskan berdasarkan asesmen yang dilakukan oleh Swedish Energy Agency. 

“Meskipun nanti ada kesepakatan damai antara kedua negara tersebut besok, tetap perlu waktu untuk pemulihan sebelum akhirnya pasokan minyak dan gas kembali normal,” tutur Busch. 

Pernyataan serupa pernah dikemukakan juga oleh International Air Transport Association (IATA) pada 8 April 2026. General Director IATA Willie Walsh mengatakan bahwa meskipun harga minyak mentah turun, harga avtur akan tetap naik. 

IATA juga mengatakan bahwa meskipun Iran membuka akses Selat Hormuz, pemulihan harga avtur dapat berlangsung selama berbulan-bulan, mengingat kapasitas penyulingan di Timur Tengah banyak yang rusak. 

Saat ini, kelangkaan avtur secara sistemik di Uni Eropa memang belum terjadi. Namun, kekhawatiran tetap meningkat karena sekitar 20 persen pasokan avtur untuk Uni Eropa dikirim melalui Selat Hormuz. 

Perdana Menteri Swedia Ulf Kristersson mengatakan Swedia memang relatif tidak begitu terdampak oleh krisis energi seperti negara-negara lain di Eropa, sebab kelistrikan di negara tersebut mayoritas mengandalkan nuklir, pembangkit hidro, dan energi terbarukan lainnya. 

Apalagi, Swedia dan negara-negara Nordic lainnya memiliki kapasitas penyulingan yang besar. Sebagian pasokan bahan bakarnya juga berasal dari Laut Utara (North Sea). 

Namun, krisis energi ini pada akhirnya akan tetap berdampak negatif pada Swedia dan negara Skandinavia lainnya jika konflik geopolitik di Timur Tengah memburuk dan berlanjut dalam jangka panjang. 

“Penting diingat untuk membedakan jenis-jenis bahan bakar, karena tiap jenis bahan bakar punya pasar dan kondisi yang berbeda-beda. Bicara soal avtur, sekarang ini bukan situasi yang normal,” tutur Sweden Energy Agency Director Caroline Asserup. 

“Kami tidak lihat ada gangguan pengiriman, tetapi kami lihat fluktuasi harga, dan karena pergerakan harga inilah beberapa perusahaan, dengan alasan komersial, memutuskan untuk membatalkan jadwal penerbangan,” lanjutnya. 

Seperti diketahui, beberapa maskapai penerbangan di Eropa telah mengambil keputusan untuk menghentikan ribuan jadwal penerbangan untuk menghemat persediaan avtur. Lufthansa adalah salah satunya. 


(Nadya Kurnia)

SHARE