Timwas Haji Mulai Diberangkatkan, Langsung Cek Overkapasitas hingga Jarak Hotel Jamaah
Timwas Haji DPR telah menerima sejumlah laporan serius terkait kondisi hotel jamaah di Madinah. Salah satu yang menjadi sorotan adalah dugaan kamar hotel.
IDXChannel - Tim Pengawas (Timwas) Haji DPR RI akan mulai diberangkatkan secara bertahap menuju tanah air. Keberangkatan pertama akan dilakukan pada hari Sabtu besok (16/5/2026) .
"Besok tanggal 16 (Mei) kami berangkat. Ada yang tanggal 17, 18, 20 dan 21. Saya bersama pimpinan Komisi VIII DPR RI lainnya menuju Madinah untuk melakukan pengawasan pemondokan,” kata Wakil Ketua Komisi VIII DPR RI, Abdul Wachid dikutip Jumat (16/5/2026).
Dalam pengawasan awal tersebut, kata dia, Timwas Haji DPR telah menerima sejumlah laporan serius terkait kondisi hotel jamaah di Madinah. Salah satu yang menjadi sorotan adalah dugaan kamar hotel yang diisi jauh melebihi kapasitas.
Menurut Wachid, terdapat laporan kamar yang seharusnya hanya diisi empat orang, tetapi di tempati hingga delapan bahkan dua belas jamaah dalam satu kamar.
“Ini sudah tidak manusiawi. Kalau bed memang bisa ditambah, tapi kamar mandi hanya satu. jamaah akhirnya harus rebutan,” katanya.
Tak hanya kapasitas kamar, Timwas Haji DPR juga akan memeriksa kesesuaian jarak hotel dengan standar yang telah disepakati sebelumnya.
Berdasarkan hasil Panja Haji DPR RI, hotel jamaah maksimal berjarak 4,5 kilometer dari titik layanan utama. Namun di lapangan, DPR menemukan indikasi adanya hotel yang berjarak hingga 13 kilometer.
“Ini temuan yang harus kami cek langsung. Jangan sampai jamaah dirugikan,” katanya.
Selain pemondokan, pengawasan DPR juga akan menyasar layanan konsumsi bagi jamaah Indonesia. Legislator Gerindra itu menegaskan bahwa kualitas katering bercita rasa Indonesia menjadi perhatian serius Timwas agar jamaah tetap nyaman selama menjalankan ibadah.
Fokus pengawasan berikutnya adalah kesiapan layanan Armuzna (Arafah, Muzdalifah, dan Mina) yang selama ini menjadi titik paling krusial dalam penyelenggaraan ibadah haji.
DPR mengaku menerima laporan adanya syarikah yang belum menyelesaikan persiapan tenda di Arafah.
Menurut informasi yang diterima Timwas, kata dia, progres kesiapan tenda baru mencapai sekitar 48 persen. Sementara pemerintah melalui Kementerian Haji menyebut persentasenya sudah mencapai 75 persen.
“Nah ini yang perlu kami cek langsung. Jangan sampai jamaah sudah bergeser ke Arafah ternyata tendanya belum siap,” kata dia.
Komisi VIII juga menyoroti program Tanazul yang dinilai penting untuk mengurangi kepadatan jamaah di Mina. Berdasarkan kesepakatan Panja Haji DPR RI, target Tanazul tahun ini mencapai 50 ribu jamaah.
Program tersebut dinilai penting agar jamaah tidak mengalami overload di tenda Mina seperti tahun sebelumnya, di mana banyak jamaah terpaksa tidur berhimpitan bahkan di luar tenda.
Karena itu, DPR meminta pelaksanaan Tanazul benar-benar dijalankan optimal, termasuk memastikan hotel transit jamaah berada di lokasi strategis seperti di wilayah Syisyah dan Raudhah (Makkah) yang dekat dengan Jamarat Aqabah untuk lempar jamrah di Mina.
Selain itu, Timwas DPR RI juga akan mengawasi pelaksanaan dam atau denda haji agar benar-benar dilakukan sesuai ketentuan syariat dan transparan.
“Pengawasan dam ini juga menjadi perhatian Komisi VIII DPR RI, apakah dilaksanakan 100 persen atau tidak,” katanya.
(Nur Ichsan Yuniarto)