Induk TikTok Cari Pinjaman Rp360 Triliun di Tengah Investasi AI Besar-besaran
ByteDance, pengembang TikTok, sedang dalam pembicaraan dengan sejumlah bank internasional untuk pinjaman sebesar USD20 miliar.
IDXChannel - ByteDance, pengembang TikTok, sedang dalam pembicaraan dengan sejumlah bank internasional untuk pinjaman sebesar USD20 miliar atau sekitar Rp360 triliun.
Dilansir dari Bloomberg pada Kamis (25/6/2026), ini akan menjadi pinjaman luar negeri terbesar dalam sejarah perusahaan asal China tersebut.
Menurut sejumlah sumber, diskusi masih dalam tahap awal. Tujuan dari pinjaman ini belum diketahui.
Pinjaman ini dapat memiliki tenor tiga tahun, dengan opsi perpanjangan hingga lima tahun.
Sama dengan perusahaan teknologi lainnya, ByteDance sedang melakukan investasi besar-besaran di sektor kecerdasan buatan.
ByteDance berencana untuk meningkatkan belanja modal hingga USD70 miliar tahun ini, guna membangun lebih banyak pusat data dan infrastruktur AI lainnya.
Angka tersebut dapat meningkat menjadi USD100 miliar tahun depan jika kondisi ekonomi dan bisnis memungkinkan.
Di tempat lain, empat perusahaan hyperscaler Amerika Serikat (AI) – Amazon, Alphabet, Microsoft, dan Meta Platforms – berencana untuk menginvestasikan hingga USD725 miliar tahun ini, sebagian besar difokuskan pada pusat data AI.
Terakhir kali ByteDance memanfaatkan pasar pinjaman global adalah pada 2024. Saat itu, perusahaan mengumpulkan USD10,8 miliar melalui lebih dari 20 pemberi pinjaman, yang terdiri dari bank internasional dan China.
Citigroup, Goldman Sachs, dan JPMorgan Chase adalah koordinator pinjaman tersebut, yang sebagian hasilnya digunakan untuk membiayai kembali pinjaman sebesar USD5 miliar yang diperoleh pada 2021. (Wahyu Dwi Anggoro)