Technology

Registrasi SIM Card Wajib Validasi Wajah, ATSI Optimistis Keamanan Data Terjamin

Niko Prayoga 28/01/2026 13:48 WIB

Operator seluler memastikan tidak memegang kendali atas penyimpanan data identitas pelanggan secara permanen di server internalnya.

Registrasi SIM Card Wajib Validasi Wajah, ATSI Optimistis Keamanan Data Terjamin. (Foto: MNC Media/Niko Prayogo)

IDXChannel—Asosiasi Penyelenggara Telekomunikasi Seluruh Indonesia (ATSI) menegaskan keamanan data pelanggan dalam penggunaan sistem biometrik untuk registrasi SIM card terjamin sepenuhnya. 

Ketua ATSI Dian Siswarini mengatakan operator seluler memastikan tidak memegang kendali atas penyimpanan data identitas pelanggan secara permanen di server internalnya untuk menghindari risiko penyalahgunaan.

“Mungkin salah satu yang penting, masing-masing datanya itu tidak disimpan oleh operator,” jelas Dian dalam wawancara, Selasa (27/1/2026).

Lebih lanjut dia menjelaskan dalam penerapan aturan validasi wajah saat registrasi SIM card ini, operator seluler hanya berfungsi sebagai jembatan verifikasi. 

Seluruh data identitas dialirkan langsung ke sistem kependudukan resmi milik pemerintah untuk menjaga privasi dan keamanan data pribadi pelanggan agar tidak tercecer di database pihak Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil.

“Jadi datanya itu disimpan di Dukcapil karena kami juga harus berhati-hati terhadap data pribadi. Jadi operator melewatkan (meneruskan) saja hanya untuk verifikasi, kemudian data-data tersebut disimpan di database untuk ngecek nomor yang terhubung,” tambahnya.

Menurutnya, langkah ini merupakan bagian dari upaya mitigasi kebocoran data yang kerap menjadi perhatian masyarakat belakangan ini. 

Dengan menyerahkan penyimpanan data sepenuhnya kepada Dukcapil, operator berupaya menjamin perlindungan privasi sesuai dengan standar keamanan nasional.

“Pilihan data kami juga harus berhati-hati terhadap keamanan datanya. Ini, kan, data pribadi. Jadi data ini tidak disimpan di database operator, tetapi data ini disimpannya adalah di Capil,” jelasnya.

Validasi Wajah Bertujuan untuk Tekan Kejahatan Digital

Ketua ATSI Dian Siswarini juga menegaskan kehadiran sistem biometrik atau pengenalan wajah dalam registrasi SIM card adalah bentuk upaya pemerintah untuk mencegah kejahatan digital pada pelanggan.

Dia menuturkan bahwa sistem tersebut bisa menyelesaikan masalah keamanan dan maraknya kejahatan digital seperti scamming yang sering dieksekusi para pelaku lewat nomor seluler.

“Terutama masalah dari sisi keamanan, adanya scam kemudian penggunaan identitas yang tidak seharusnya. Nah, dengan adanya biometrik ini kita bisa meminimalisir problem-problem tersebut,” kata Dian.

Menurutnya, cara tersebut lebih efektif dibandingkan registrasi menggunakan KTP. Sebab biometrik secara detail dan tepat mengidentifikasi identitas seseorang. 

“Karena kalau biometri ,kan, enggak mungkin bisa dikloning. Kalau KTP masih bisa fotonya di diganti atau bagaimana, tetapi kalau biometrik menggambarkan identitas orang tertentu,” ucap dia.

Maka dari itu, pihaknya sangat mendukung dengan adanya teknologi biometrik yang diterapkan dalam sistem registrasi SIM Card seperti sekarang ini.

“Jadi dari sisi ATSI ini mendukung dan semua operator yang tergabung di ATSI operator seluler itu sudah menerapkan dan sudah mempunyai sistem untuk melakukan registrasi secara biometrik,” kata Dian.


(Nadya Kurnia)

SHARE