AALI
9650
ABBA
226
ABDA
0
ABMM
2370
ACES
790
ACST
168
ACST-R
0
ADES
7275
ADHI
820
ADMF
8075
ADMG
176
ADRO
2950
AGAR
324
AGII
2090
AGRO
725
AGRO-R
0
AGRS
122
AHAP
57
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
151
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1535
AKRA
1055
AKSI
294
ALDO
835
ALKA
298
ALMI
292
ALTO
204
Market Watch
Last updated : 2022/06/28 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
537.61
-0.34%
-1.85
IHSG
6996.46
-0.28%
-19.60
LQ45
1007.64
-0.31%
-3.10
HSI
22418.97
0.85%
+189.45
N225
27049.47
0.66%
+178.20
NYSE
0.00
-100%
-14811.55
Kurs
HKD/IDR 1,888
USD/IDR 14,835
Emas
871,303 / gram

Ada BBCA, Simak 4 Bank Dengan Aset Terbesar di Indonesia

BANKING
Shifa Nurhaliza
Sabtu, 21 Mei 2022 13:46 WIB
Bank dengan aset terbesar di Indonesia saat ini menjadi incaran para investor perbankan
Ada BBCA, Simak 4 Bank Dengan Aset Terbesar di Indonesia. (Foto: Bank Dengan Aset Terbesar di Indonesia)
Ada BBCA, Simak 4 Bank Dengan Aset Terbesar di Indonesia. (Foto: Bank Dengan Aset Terbesar di Indonesia)

IDXChannel - Bank dengan aset terbesar di Indonesia saat ini menjadi incaran para investor perbankan. Bank-bank besar di Indonesia telah mengumumkan kinerja keuangan mereka untuk kuartal pertama tahun 2022. Sebagian besar bank terbesar di Indonesia mencatat pertumbuhan aset dalam tiga bulan pertama tahun ini.

Adapun empat bank terbesar di Indonesia jika dilihat berdasarkan asetnya masih diduduki oleh PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI), PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI), PT Bank Central Asia Tbk (BBCA), PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk (BBNI).

Mengutip berbagai sumber, berlanjutnya tren pertumbuhan kredit hingga akhir kuartal I 2022 menjadi pendorong utama pertumbuhan aset bank-bank besar tersebut. Berikut daftar bank dengan aset terbesar di Indonesia per akhir Maret 2022:

1. Bank Mandiri (BMRI)

Bank dengan kode emiten BMRI ini masih menyandang predikat sebagai bank dengan ukuran aset terbesar di tanah air. Tercatat tumbuh sebesar 9,47% secara tahunan, aset Bank Mandiri mencapai Rp1.734,1 triliun hingga kuartal I 2022.

Pertumbuhan ini disebabkan oleh naiknya penyaluran kredit yang tumbuh 8,93% secara tahunan, mencapai Rp1.072,9 triliun. Dalam paparan hasilnya, Bank Mandiri mengatakan pertumbuhan terjadi pada segmen kredit yang berbeda. Di sisi dana pihak ketiga (DPK) yang fokus pada segmen wholesale, mencatat pertumbuhan year-on-year sebesar 7,42% menjadi Rp279 triliun. 

Hal ini terutama dibantu oleh digitalisasi melalui Livin`  Mandiri yang meningkatkan dana murah atau tabungan dan giro khusus bank (CASA), naik 10,93% YoY, menjadi  748,6 triliun rupee dengan tingkat CASA mencapai 75%.

Halaman : 1 2
link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD