AALI
9975
ABBA
400
ABDA
0
ABMM
1450
ACES
1305
ACST
230
ACST-R
0
ADES
2950
ADHI
1025
ADMF
7700
ADMG
210
ADRO
1700
AGAR
340
AGII
1600
AGRO
2130
AGRO-R
0
AGRS
177
AHAP
65
AIMS
486
AIMS-W
0
AISA
208
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
860
AKRA
3970
AKSI
416
ALDO
1020
ALKA
244
ALMI
246
ALTO
280
Market Watch
Last updated : 2021/11/30 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
497.28
-2.19%
-11.12
IHSG
6533.93
-1.13%
-74.36
LQ45
930.98
-2.07%
-19.70
HSI
-74.94
-100.31%
-23927.18
N225
346.43
-98.78%
-27937.49
NYSE
59.11
-99.64%
-16565.76
Kurs
HKD/IDR 1,834
USD/IDR 14,318
Emas
825,609 / gram

Bank Dunia Sarankan China Tingkatkan Donasi ke Negara Miskin

BANKING
Dinar Fitra Maghiszha
Jum'at, 15 Oktober 2021 08:45 WIB
Presiden World Bank atau Bank Dunia David Malpass meminta China dapat meningkatkan donasi ke negara-negara miskin.
Bank Dunia Sarankan China Tingkatkan Donasi ke Negara Miskin (Dok.MNC Media)
Bank Dunia Sarankan China Tingkatkan Donasi ke Negara Miskin (Dok.MNC Media)

IDXChannel - Presiden World Bank atau Bank Dunia David Malpass meminta China dapat meningkatkan donasi ke negara-negara miskin melalui Asosiasi Pembangunan Internasional / International Development Association (IDA).

Pada mas krisis energi yang melanda China saat ini, David menyebut ekonomi Beijing telah tumbuh dengan baik dan dapat mengalokasikan dana bantuan mereka lebih dari sumbangan sebelumnya.

Adapun pernyataan tersebut diucapkan David di depan Komite Bretton Woods, sebuah organisasi pendonor yang berbasis di Amerika Serikat, dilansir Reuters, Kamis (14/10/2021).

Saat ini Bank Dunia sedang berupaya mengumupulkan donasi dari negara pemberi bantuan, menjangkau Inggris, Rusia, Turkis, hingga China dengan target akhir tahun mencapai USD 100 miliar.

Dana tersebut diperlukan untuk membantu mengatasi hambatan dalam pembangunan yang disebabkan oleh Covid-19.

Kepada kelompok tersebut, dirinya mengatakan bahwa Bank Dunia sedang berusaha mendapatkan izin khusus dari Komisi Sekuritas dan Bursa Amerika Serikat (United States Securites and Exchange/SEC) untuk menerbitkan obligasi di pasar modal AS. Langkah ini memiliki tujuan untuk membuka peluang masuknya dana dari investor.

Dia mencatat beberapa bank pembangunan telah memiliki izin penerbitan obligasi di bursa AS, seperti Asian Development Bank, Inter American Development Bank, dan Asia Infrastructure Investment Bank.

Belum ada pernyataan resmi dari SEC menyusul kabar ini. Seperti diketahui, pertemuan para pejabat keuangan kelompok G-20 pada Rabu kemarin menitikberatkan adanya suntikan dana yang ambisius.

Pandemi Covid-19 membuat kesenjangan antara negara ekonomi maju dan berkembang semakin memburuk, serta menghambat upaya mengurangi tingkat kemiskinan selama bertahun-tahun. Bank Dunia memproyeksikan pertumbuhan global mencapai 5,7% pada 2021 dan 4,4% pada 2022.

(IND) 

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD