"Selain itu keuntungan buat Mandiri apa? Keuntungannya kita mendapatkan spread market yang lebih rendah daripada biasanya. Karena memang social loan yang kita raise itu kita juga sudah bekerja sama dengan World Bank, salah satu arm-nya itu MIGA. Jadi mereka menjamin Bank Mandiri dan mereka mulai percaya terhadap governance atau tata kelola yang sudah kita terapkan di Bank Mandiri," katanya.
Sebelumnya, Fajarsasi juga menjelaskan Bank Mandiri terus mencari instrumen pendanaan inovatif untuk memperluas akses terhadap sumber pembiayaan global. Selain menawarkan produk sustainability loan dan green loan kepada nasabah, Bank Mandiri juga menghimpun pendanaan melalui sustainability linked loan.
"Sebagai bank kita menawarkan sustainability loan, green loan ke nasabah kita, tapi kita juga melakukan raise fund dengan sustainability linked loan. Jadi kita juga membuka akses ke funding dari luar negeri, karena memang untuk keadaan saat ini mereka ada preference ke situ. Jadi itu salah satu competitive advantage yang bisa kita gali," ujarnya.
Hingga semester I-2026 Bank Mandiri telah menyalurkan kredit bank sebesar Rp1.592 triliun atau tumbuh 19,9 persen dibandingkan tahun lalu.
Penyaluran kredit ke BUMN dan pemerintahan mendominasi dengan nilai Rp489 triliun atau tumbuh 41,6 persen dibanding tahun lalu, untuk menggarap proyek strategis, infrastruktur, energi, pertahanan, hingga layanan publik.