AALI
9925
ABBA
290
ABDA
7000
ABMM
1380
ACES
1275
ACST
194
ACST-R
0
ADES
3400
ADHI
840
ADMF
7625
ADMG
188
ADRO
2310
AGAR
364
AGII
1390
AGRO
1325
AGRO-R
0
AGRS
163
AHAP
70
AIMS
362
AIMS-W
0
AISA
175
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1100
AKRA
800
AKSI
755
ALDO
1375
ALKA
314
ALMI
288
ALTO
258
Market Watch
Last updated : 2022/01/21 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
513.72
1.77%
+8.94
IHSG
6726.37
1.5%
+99.50
LQ45
959.76
1.74%
+16.42
HSI
24965.55
0.05%
+13.20
N225
27522.26
-0.9%
-250.67
NYSE
0.00
-100%
-16818.98
Kurs
HKD/IDR 1,840
USD/IDR 14,345
Emas
847,450 / gram

Bank Neo Commerce (BBYB) Siap Jadi Bank Digital

BANKING
Shifa Nurhaliza
Senin, 19 April 2021 15:27 WIB
Transformasi yang terjadi pada BNC tidak hanya sekadar pergantian nama saja, tapi juga meliputi aspek fundamental
Bank Neo Commerce (BBYB) Siap Jadi Bank Digital (FOTO:MNC Media)
Bank Neo Commerce (BBYB) Siap Jadi Bank Digital (FOTO:MNC Media)

IDXChannel – Saat ini Otoritas Jasa Keuangan (OJK) tengah menyiapkan rancangan penyelenggaraan bank digital yang akan segera diluncurkan pada Semester I-2021 yang dibuat untuk mendukung konvergensi antara bank konvensional yang sudah ada dengan kemunculan bank digital. 

Dikutip berdasarkan keterangan resmi PT Bank Neo Commerce Tbk atau BNC (BBYB), Senin (19/4/2021), pihaknya menyampaikan komitmen untuk memenuhi persyaratan bank digital OJK melalui langkah strategis. 

Kepala Eksekutif Pengawas Perbankan OJK Heru Kristiyana mengatakan, tidak ada dikotomi antara bank digital maupun bank umum. Mengingat beberapa bank sudah bertransformasi untuk memberikan layanan atau produk digital kepada nasabahnya. 

Disamping itu, kapasitas permodalan menjadi salah satu pengaturan bagi bank yang berniat untuk bertransformasi menjadi bank digital seutuhnya. 

Modal inti minimum tersebut disyaratkan oleh OJK untuk menjamin tata kelola teknologi yang lebih baik, tercukupinya kapasitas permodalan, proyeksi model bisnis ke depan, dan kemampuan untuk mengelola bisnis bank digital. 

Direktur Utama BNC Tjandra Gunawan menyatakan komitmen perusahaan terkait rencana itu. Dia menyebut transformasi yang terjadi pada BNC tidak hanya sekadar pergantian nama saja, tapi juga meliputi aspek fundamental yang tercermin dari perubahan bentuk layanan dari konvensional ke digital. 

“Secara bertahap, BNC akan memberikan neo experience perbankan yang menyenangkan bagi nasabah dengan layanan digital end-to-end. Dalam upaya kami memberikan layanan perbankan yang sesuai dengan tagline kami, Banking, Above & Beyond, BNC juga membentuk ekosistem digital yang luas dengan mengajak serta berbagai perusahaan teknologi digital untuk bekerja sama dan sama-sama bertumbuh bersama kami,” ungkap Tjandra dalam keterangan tertulis, Senin (19/4/2021). 

Bank Indonesia telah mencatat 91,3 juta penduduk Indonesia masih belum memiliki akses ke layanan finansial maupun perbankan (unbankable). Selain itu, terdapat pula 62,9 juta pelaku usaha mikro, kecil dan menengah yang belum terkoneksi dengan lembaga pembiayaan dan perbankan untuk mendukung bisnis mereka. 

Perusahaan yang semula bernama Bank Yudha Bhakti Tbk (BBYB) dan kini telah berganti menjadi BNC ini melihat kehadiran bank digital semakin penting untuk dapat membantu memecahkan permasalahan tersebut dengan layanannya yang dapat menjangkau masyarakat lebih luas secara lebih cepat dan nyaman. 

Dengan demikian, Tjandra mengakui peralihan menuju bank digital tidaklah mudah dan instan, diperlukan pembentukan infrastruktur dan pondasi yang kuat, termasuk proses edukasi yang berkelanjutan kepada masyarakat. 

“Inklusi keuangan telah menjadi perhatian pemerintah, BNC yakin penguatan ekosistem digital di tanah air merupakan kunci untuk mempercepat terwujudnya hal tersebut. Kehadiran bank digital memberikan pilihan bagi masyarakat untuk merasakan pengalaman digital pada layanan perbankan dan finansial,” pungkasnya. 

BNC menilai bahwa aspek keamanan pelayanan digital bagi nasabah tentu menjadi aspek penting dan tidak bisa diabaikan di dalam bank digital. OJK juga mengimbau pemain bank digital untuk memperhatikan pengaturan keamanan layanan digital seperti penanganan nasabah, cybercrime dan isu lainnya. 

BNC mendukung upaya OJK untuk mengatur pencegahan kebocoran keamanan data nasabah. Tjandra menyatakan menjadi bank digital, maka tingkat keamanan layanan perbankan justru menjadi lebih baik karena didukung oleh digital security yang berlapis dari teknologi terkini dari awal hingga akhir. 

“Kami sepakat dengan penjelasan OJK, dan oleh karenanya BNC sangat serius mengembangkan digital security dengan bekerja sama dengan perusahaan-perusahaan teknologi terkemuka. Pembeda yang paling signifikan adalah, di bank konvensional masih terdapat sentuhan manual (human intervention), berbeda dengan bank digital yang mana sentuhan manual tersebut bisa jauh diminimalisasi hingga memperkecil kemungkinan human error," ucap Tjandra. 

(SANDY)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD