AALI
9725
ABBA
394
ABDA
0
ABMM
1420
ACES
1220
ACST
232
ACST-R
0
ADES
3000
ADHI
1025
ADMF
7725
ADMG
198
ADRO
1815
AGAR
330
AGII
1505
AGRO
1925
AGRO-R
0
AGRS
176
AHAP
81
AIMS
456
AIMS-W
0
AISA
206
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
920
AKRA
4190
AKSI
424
ALDO
1035
ALKA
244
ALMI
250
ALTO
272
Market Watch
Last updated : 2021/12/03 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
501.87
-1.3%
-6.63
IHSG
6538.51
-0.69%
-45.31
LQ45
938.93
-1.11%
-10.56
HSI
23766.69
-0.09%
-22.24
N225
28029.57
1%
+276.20
NYSE
0.00
-100%
-16133.89
Kurs
HKD/IDR 1,845
USD/IDR 14,395
Emas
819,409 / gram

Bank Neo Salurkan Kredit ke Fintech Restock.id Rp 20 Miliar

BANKING
Hafid Fuad/Koran Sindo
Minggu, 28 Maret 2021 07:23 WIB
Bank digital, PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) menyalurkan kredit kepada perusahaan fintech PT Cerita Teknologi Indonesia (Restock.id) sebesar Rp20 miliar.
Bank Neo Salurkan Kredit ke Fintech Restock.id Rp 20 Miliar (FOTO: MNC Media)
Bank Neo Salurkan Kredit ke Fintech Restock.id Rp 20 Miliar (FOTO: MNC Media)

IDXChannel - Bank digital, PT Bank Neo Commerce Tbk (BBYB) menyalurkan kredit kepada perusahaan fintech PT Cerita Teknologi Indonesia (Restock.id) sebesar Rp20 miliar, dengan target pelaku UMKM dapat memperoleh pembiayaan melalui skema jaminan aset maupun inventory.

Direktur Utama Bank Neo Commerce, Tjandra Gunawan mengatakan kerja sama  dengan Restock.id karena kesamaan visi untuk memajukan usaha mikro, kecil, menengah (UMKM) di Indonesia.

"Kami melihat potensi dari bisnis mitra kami dan yang lebih penting kami punya kesamaan visi. Bisnis Restock.id sendiri unik dan sangat menarik, jadi kami ingin berkembang dan tumbuh bersama,” tutur Tjandra di Jakarta, Minggu (28/3/2021).

Perseroan melakukan penyaluran pembiayaan kepada Restock.id sebesar Rp20 miliar dengan tujuan mempermudah pelaku UMKM untuk memperoleh pembiayaan melalui skema jaminan aset maupun inventory.

Restock.id adalah platform peer-to-peer lending (P2P) di Indonesia yang menghubungkan pelaku UMKM yang membutuhkan pembiayaan untuk mengembangkan usaha dengan
kumpulan pemberi pembiayaan yang memiliki dana lebih untuk membiayai usaha tersebut.


Sebelumnya, BNC juga telah mengucurkan pembiayaan yang serupa ke Crowdo, platform teknologi finansial (fintech) P2P besutan PT Mediator Komunitas Indonesia dan Esta Kapital milik PT Esta Kapital Fintek dalam penyaluran kredit dalam penyaluran modal kerja untuk UMKM masing-masing senilai Rp30 miliar untuk Crowdo dan Rp20 miliar untuk Esta Kapital.

Dalam kemitraan ini ada penawaran teknologi dan infrastruktur digital secara menyeluruh untuk bank digital. Tjandra menuturkan kedepannya, BNC masih akan melakukan penyaluran kredit komersial kepada mitra-mitra lain sampai akhir tahun 2021.

“Di awal tahun ini, pihaknya telah bekerja sama dengan tiga perusahaan teknologi finansial di Indonesia dengan total penyaluran kredit untuk pelaku UMKM senilai total Rp70 miliar. Hal ini merupakan bentuk komitmennya untuk turut serta dalam membantu pemerintah untuk memulihkan roda perekonomian melalui UMKM. Kami akan terus aktif untuk mencari mitra lain sekitar 15 hingga 20 mitra lagi khusus untuk kerja sama channeling ini dengan ticket size antara Rp30 miliar hingga Rp50 miliar. Sehingga, sampai akhir tahun 2021, kami menargetkan akan dapat menyalurkan kredit komersial sebesar Rp500 miliar,” katanya.

Sebagai informasi, Bank Neo Commerce, yang sebelumnya dikenal sebagai Bank Yudha Bhakti, merupakan bank nasional yang telah berkiprah selama 30 tahun di dunia perbankan di Indonesia. 

Sejak tahun 2019, Akulaku mulai menjadi pemegang saham Bank Neo Commerce
(BBYB), dan di tahun 2020, Bank Neo Commerce bertransformasi menjadi bank digital, dimulai dengan pergantian nama bank dan juga dikukuhkannya Bank Neo Commerce menjadi Bank Buku II oleh Otoritas Jasa keuangan (OJK). (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD