sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bank Sentral Jepang Tahan Suku Bunga Tetap 1 Persen, Pangkas Proyeksi Inflasi

Banking editor Wahyu Dwi Anggoro
31/07/2026 15:15 WIB
Bank Sentral Jepang (BOJ) mempertahankan suku bunga kebijakannya tidak berubah di angka 1,0 persen pada Jumat (31/7/2026), sesuai dengan ekspektasi.
Bank Sentral Jepang Tahan Suku Bunga Tetap 1 Persen, Pangkas Proyeksi Inflasi. (Foto: Magnific)
Bank Sentral Jepang Tahan Suku Bunga Tetap 1 Persen, Pangkas Proyeksi Inflasi. (Foto: Magnific)

IDXChannel - Bank Sentral Jepang (BOJ) mempertahankan suku bunga kebijakannya tidak berubah di angka 1,0 persen pada Jumat (31/7/2026), sesuai dengan ekspektasi.

Dilansir dari Anadolu Agency, BOJ juga menurunkan perkiraan inflasi untuk tahun fiskal 2026.

Keputusan suku bunga tersebut disetujui delapan dari sembilan pembuat kebijakan setelah pertemuan kebijakan moneter bank selama dua hari.

Anggota dewan Hajime Takata memberikan suara untuk kenaikan suku bunga, dengan alasan bahwa BOJ harus merespons risiko inflasi yang berasal dari guncangan permintaan eksternal dan perubahan kondisi keuangan global.

BoJ mengatakan bahwa ekonomi Jepang diperkirakan akan terus tumbuh pada tahun fiskal 2026, meskipun dengan laju yang lebih lambat.

Harga minyak mentah yang lebih tinggi terkait, yang dipicu perang di Timur Tengah diperkirakan akan membebani aktivitas ekonomi, sementara langkah-langkah dukungan pemerintah, kondisi keuangan yang akomodatif, dan booming kecerdasan buatan (AI) global akan mendukung pertumbuhan.

BOJ menurunkan perkiraan inflasi tahun fiskal 2026, tidak termasuk makanan segar, menjadi kisaran 2,3 persen-2,7 persen, dari kisaran 2,8 persen-3 persen yang diproyeksikan pada April.

Inflasi tahunan diperkirakan meningkat secara signifikan di atas 2,0 persen mulai paruh kedua tahun fiskal 2026, didorong biaya energi yang lebih tinggi,  kenaikan upah, permintaan semikonduktor yang kuat, dan depresiasi yen baru-baru ini. 

Inflasi kemudian diproyeksikan akan mereda di akhir periode seiring memudarnya dampak kenaikan harga minyak.

BoJ menegaskan kembali bahwa mereka akan terus menaikkan suku bunga dan secara bertahap mengurangi akomodasi moneter jika aktivitas ekonomi, inflasi, dan kondisi keuangan berkembang sesuai dengan proyeksinya. (Wahyu Dwi Anggoro)

Halaman : 1 2
Advertisement
Advertisement