IDXChannel - Jepang mencatatkan defisit perdagangan sebesar 1,01 triliun yen atau sekitar Rp110 triliun pada semester pertama tahun ini.
Dilansir dari Xinhua pada Rabu (22/7/2026), ekspor naik 13,7 persen menjadi 60,66 triliun yen dalam enam bulan pertama 2026.
Kenaikan ekspor didorong oleh pengiriman chip semikonduktor dan perangkat elektronik lainnya, serta mobil.
Sementara itu, impor naik 10,7 persen menjadi 61,67 triliun yen, dipimpin kenaikan impor logam nonferrous dan ponsel pintar.
Selama periode pelaporan, impor minyak mentah dari Timur Tengah turun 26,4 persen menjadi 47,31 juta kiloliter. Jepang mengamankan bahan bakar dari pemasok alternatif setelah serangan militer Amerika Serikat (AS) dan Israel terhadap Iran pada akhir Februari.