Khusus untuk Juni, Jepang mencatatkan defisit perdagangan sebesar 406,9 miliar yen, lebih tinggi dari 391,8 miliar yen pada Mei.
Baca Juga:
Menurut Kementerian Keuangan Jepang, melemahnya yen menyebabkan inflasi nilai impor dan krisis di Timur Tengah membuat harga minyak lebih mahal. (Wahyu Dwi Anggoro)