sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bank Woori Saudara (SDRA) Perkuat Bisnis Lewat Sejumlah Kemitraan Strategis

Banking editor Tim IDXChannel
24/02/2026 21:00 WIB
PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA) atau BWS berupaya mendorong pertumbuhan bisnis melalui berbagai program dan promosi berbasis kemitraan.
Bank Woori Saudara (SDRA) Perkuat Bisnis Lewat Sejumlah Kemitraan Strategis. (Foto: BWS)
Bank Woori Saudara (SDRA) Perkuat Bisnis Lewat Sejumlah Kemitraan Strategis. (Foto: BWS)

IDXChannel – PT Bank Woori Saudara Indonesia 1906 Tbk (SDRA) atau BWS berupaya mendorong pertumbuhan bisnis melalui berbagai program dan promosi berbasis kemitraan. Strategi ini ditempuh dengan memaksimalkan kolaborasi dalam ekosistem yang dimiliki perseroan.

Di tengah dinamika industri perbankan yang kian kompetitif, strategi kolaborasi menjadi salah satu kunci untuk menjaga momentum pertumbuhan. Alih-alih bertumpu pada ekspansi konvensional semata, sejumlah bank mulai membangun ekosistem kemitraan yang lebih relevan dengan kebutuhan nasabah.

Pendekatan serupa juga ditempuh BWS dalam beberapa waktu terakhir. Perseroan aktif menjalin kemitraan dengan pengembang properti hingga penyedia layanan kesehatan guna memperluas basis bisnis

Salah satu kolaborasi yang menarik perhatian ialah kemitraan dengan Sinar Mas Land. Lewat kerja sama ini, BWS menawarkan skema pembiayaan properti dengan fasilitas uang muka (DP) 0 persen serta potongan harga hingga 24,5 persen untuk proyek-proyek tertentu. Program tersebut berlaku hingga 31 Maret 2026.

Skema ini dipandang cukup menarik di tengah suku bunga yang kini relatif lebih kompetitif, sekaligus menjadi insentif tambahan bagi masyarakat yang berencana membeli hunian. Kolaborasi tersebut tidak semata-mata bertujuan mendorong penjualan, melainkan juga mencerminkan pendekatan strategi berbasis ekosistem.

“Dengan menggandeng pengembang besar, bank berupaya memperkuat portofolio kredit pemilikan rumah (KPR) melalui proyek-proyek yang memiliki reputasi dan permintaan pasar yang kuat. Di saat yang sama, risiko dapat lebih terukur karena bekerja sama dengan mitra yang memiliki rekam jejak pengembangan properti yang mapan” kata analis Kiwoom Sekuritas, Abdul Azis.

Penawaran DP 0 persen dan diskon yang signifikan turut menjadi respons atas dinamika ekonomi ketika daya beli masyarakat mulai pulih, seiring siklus suku bunga yang semakin kondusif.

Momentum ini dimanfaatkan untuk mendorong akselerasi kredit konsumsi, khususnya di segmen karyawan yang menjadi salah satu basis utama nasabah BWS, di tengah iklim suku bunga yang lebih akomodatif.

Ekspansi kemitraan juga tidak berhenti di sektor properti. BWS memperluas kolaborasi ke ranah kesehatan dengan menggandeng Kimia Farma dan Prodia guna menghadirkan program pemeriksaan kesehatan bagi nasabah.

Sinergi ini menghadirkan nilai tambah yang melampaui layanan keuangan semata, memperkuat pendekatan layanan berbasis kebutuhan nasabah secara menyeluruh.

Program pemeriksaan kesehatan ini dinilai strategis karena menyasar kebutuhan nyata masyarakat urban dan kalangan pekerja.

Melalui akses layanan kesehatan yang didukung jaringan mitra tepercaya, BWS berupaya membangun kedekatan sekaligus memperkuat loyalitas nasabah.

Kolaborasi lintas sektor tersebut mencerminkan langkah strategis yang terukur. Di satu sisi, BWS memanfaatkan momentum suku bunga yang lebih rendah untuk menggenjot pertumbuhan pembiayaan.

Di sisi lain, prinsip kehati-hatian tetap dijaga dengan membidik segmen yang relatif stabil, seperti karyawan perusahaan melalui skema payroll dan kemitraan institusi.

Kekuatan BWS pada segmen nasabah karyawan menjadi pijakan utama dalam menjalankan strategi tersebut.

Basis nasabah dengan pendapatan tetap dipandang memiliki profil risiko yang lebih terkontrol, khususnya untuk pembiayaan konsumtif seperti KPR dan kredit multiguna.

Kondisi ini memberi ruang bagi bank untuk bertumbuh secara lebih selektif, tanpa harus mengorbankan kualitas aset.

“Dalam konteks persaingan industri, diferensiasi melalui kemitraan menjadi nilai tambah tersendiri. Alih-alih bersaing semata pada suku bunga, bank menawarkan paket manfaat terintegrasi mulai dari akses properti dengan skema menarik hingga layanan kesehatan. Strategi ini memperluas proposisi nilai bank di mata nasabah,” tutur Abdul Azis.

Analis menilai pendekatan kolaboratif tersebut berpotensi menjadi penopang pertumbuhan jangka menengah.

Dengan memadukan pembiayaan properti, layanan kesehatan, serta basis nasabah karyawan, BWS membangun model bisnis yang lebih adaptif terhadap dinamika siklus ekonomi.

Ia menambahkan, ke depan efektivitas strategi ini sangat bergantung pada konsistensi eksekusi dan disiplin pengelolaan risiko.

Meski demikian, rangkaian kemitraan strategis yang telah dijalin memperlihatkan arah yang cukup jelas dalam memaksimalkan peluang ekonomi, seraya menjaga keseimbangan antara ekspansi pembiayaan dan kualitas portofolio. (Aldo Fernando)

Halaman : 1 2 3 4 5
Advertisement
Advertisement