Basis nasabah dengan pendapatan tetap dipandang memiliki profil risiko yang lebih terkontrol, khususnya untuk pembiayaan konsumtif seperti KPR dan kredit multiguna.
Kondisi ini memberi ruang bagi bank untuk bertumbuh secara lebih selektif, tanpa harus mengorbankan kualitas aset.
“Dalam konteks persaingan industri, diferensiasi melalui kemitraan menjadi nilai tambah tersendiri. Alih-alih bersaing semata pada suku bunga, bank menawarkan paket manfaat terintegrasi mulai dari akses properti dengan skema menarik hingga layanan kesehatan. Strategi ini memperluas proposisi nilai bank di mata nasabah,” tutur Abdul Azis.
Analis menilai pendekatan kolaboratif tersebut berpotensi menjadi penopang pertumbuhan jangka menengah.
Dengan memadukan pembiayaan properti, layanan kesehatan, serta basis nasabah karyawan, BWS membangun model bisnis yang lebih adaptif terhadap dinamika siklus ekonomi.