AALI
8750
ABBA
226
ABDA
6025
ABMM
4470
ACES
650
ACST
193
ACST-R
0
ADES
7150
ADHI
760
ADMF
8500
ADMG
167
ADRO
3910
AGAR
296
AGII
2400
AGRO
620
AGRO-R
0
AGRS
100
AHAP
104
AIMS
250
AIMS-W
0
AISA
143
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1700
AKRA
1375
AKSI
328
ALDO
680
ALKA
286
ALMI
396
ALTO
178
Market Watch
Last updated : 2022/09/27 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
537.62
-0.34%
-1.81
IHSG
7112.45
-0.21%
-15.05
LQ45
1015.98
-0.41%
-4.21
HSI
17860.31
0.03%
+5.17
N225
26571.87
0.53%
+140.32
NYSE
0.00
-100%
-13797.00
Kurs
HKD/IDR 1,925
USD/IDR 15,125
Emas
794,741 / gram

Bankir Khawatir Bakal Ada Gelombang PHK Massal di Sektor Perbankan

BANKING
Arif Budianto/Kontributor
Rabu, 01 Juni 2022 19:28 WIB
Banyaknya kantor cabang bank yang tutup akibat disrupsi teknologi, bakal berujung ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di sektor perbankan.
Bankir Khawatir Bakal Ada Gelombang PHK Massal di Sektor Perbankan (FOTO: Ilustrasi)
Bankir Khawatir Bakal Ada Gelombang PHK Massal di Sektor Perbankan (FOTO: Ilustrasi)

IDXChannel - Banyaknya kantor cabang bank yang tutup akibat disrupsi teknologi, bakal berujung ancaman pemutusan hubungan kerja (PHK) massal di sektor perbankan.

Menurut praktisi perbankan yang juga penggagas Asosiasi Bankir Indonesia (ABI) Wira Satria, masuknya era digitalisasi apalagi setelah adanya pandemic Covid, semua industri berlomba melakukan digitalisasi. Tak terkecuali perbankan yang beberapa saat lalu sempat terancam dengan kehadiran fintech.

"Salah satu langkah efisien yang diambil oleh bank adalah dengan menutup cabang yang dianggap sudah tidak diperlukan lagi pada suatu wilayah, bahkan tutupnya kantor cabang ini akan semakin bertambah kedepannya, " jelas dia dalam keterangan persnya. 

Jumlah kantor cabang bank terus berkurang setiap tahun. Berdasarkan data Statistik Perbankan Indonesia (SPI) periode Februari 2022 jumlah kantor bank sebanyak 28.530 unit dari 107 bank. Untuk jumlah kantor ini menyusut 2.597 unit sejak 2019 yang mencapai 31.127 unit dari 110 bank. 

Wira yang juga sebagai Penasihat Investasi Pemerintahan Provinsi Jawa Barat (PIPP) menuturkan, sebaiknya perbankan di Indonesia segera melakukan berbagai langkah antisipasi guna mencegah terjadinya peningkatan PHK pegawai dan pengangguran melonjak. 

"Hindari terjadinya PHK yang mendadak kepada karyawan dan tidak beralasan bahkan tidak sesuai dengan peraturan perundangan yang berlaku. Sebaiknya jika ingin mengambil strategi penutupan cabang maka juga sudah harus menghitung komponen biaya pensiun dini untuk karyawan yang terkena imbas penutupan cabang. Atau disiapkan biaya pelatihan guna memberikan skill tambahan yang sekiranya berguna untuk posisi baru, " katanya. 

Wira mengatakan, hendaknya perbankan melakukan langkah inisiatif dengan menawarkan berbagai pilihan kepada pegawai yang akan terkena dampak penutupan cabang. Selain itu, imbuhnya, perbankan juga melakukan pendekatan secara individual kepada pegawainya untuk mengetahui ekspektasi pegawai. 

“Harapannya agar terjalinnya komunikasi yang baik dan mendapatkan dukungan penuh dari para pegawainya,” katanya, 

Dengan adanya win win solution terhadap pegawai yang terkena imbas penutupan cabang maka akan membuat image perusahaan tersebut juga terlihat lebih baik. Jika ada keluhan dari pegawai perbankan lalu menyampaikan di surat terbuka tentunya akan membuat image perusahaan tersebut tidak baik, maka di khawatirkan juga mencoreng industri perbankan di tanah air. 

Apalagi, kata dia, belakangan ini banyak terdapat keluhan dari pegawai perbankan yang kecewa terhadap kebijakan perusahaannya yang tidak memberikan pilihan yang baik. Menurutnya, perbankan harus menawarkan pilihan yang tidak menjebak karyawan dan melanggar ketentuan. 

Peran pemerintah sebagai regulator perbankan dalam hal ini sangat lah penting, selalu memperhatikan keseimbangan seluruh lapisan ekonomi merupakan tanggung jawab dan peranan pemerintah. Wira optimis semuanya akan terselesaikan dengan baik jika semua pihak turut terlibat dan memikirkan dengan matang perihal ini.

Wira mengajak kepada para bankir maupun ex-bankir yang ingin sama-sama mengembangkan kemampuan baik soft skill serta mencari peluang usaha sejak dini dipersiapkan agar jika terjadi hal-hal yang tidak terduga maka kita sebagai individu sudah siap menghadapi.  (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD