AALI
9800
ABBA
292
ABDA
6750
ABMM
1400
ACES
1350
ACST
195
ACST-R
0
ADES
3650
ADHI
830
ADMF
7600
ADMG
194
ADRO
2260
AGAR
362
AGII
1475
AGRO
1485
AGRO-R
0
AGRS
148
AHAP
70
AIMS
404
AIMS-W
0
AISA
173
AISA-R
0
AKKU
50
AKPI
1130
AKRA
810
AKSI
740
ALDO
1380
ALKA
358
ALMI
290
ALTO
222
Market Watch
Last updated : 2022/01/17 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
507.30
-0.48%
-2.43
IHSG
6645.05
-0.72%
-48.35
LQ45
948.02
-0.52%
-4.93
HSI
24218.03
-0.68%
-165.29
N225
28333.52
0.74%
+209.24
NYSE
0.00
-100%
-17259.00
Kurs
HKD/IDR 1,836
USD/IDR 14,319
Emas
838,644 / gram

BI Prediksi Transaksi Digital Banking Tahun Depan Capai Rp48.600 Triliun

BANKING
Athika Rahma
Kamis, 16 Desember 2021 17:26 WIB
BI memperkirakan transaksi digital banking atau layanan perbankan digital akan menembus angka Rp 48.600 triliun di 2022.
BI Prediksi Transaksi Digital Banking Tahun Depan Capai Rp48.600 Triliun (FOTO: MNC Media)
BI Prediksi Transaksi Digital Banking Tahun Depan Capai Rp48.600 Triliun (FOTO: MNC Media)

IDXchannel - Bank Indonesia (BI) memperkirakan transaksi digital banking atau layanan perbankan digital akan menembus angka Rp 48.600 triliun di 2022.

"Angka ini naik 21,8% dari tahun ini sebesar Rp 40.000 triliun," ujar  Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran BI Filianingsih Hendrata dalam diskusi virtual, Kamis (16/12/2021).

Selain digital banking, e-commerce juga akan mengalami pertumbuhan sebesar 31,4% dari Rp 493 triliun menjadi Rp 530 triliun. Kemudian untuk uang elektronik akan mengalami peningkatan 16,3% dari Rp 289 triliun menjadi Rp 337 triliun.

Fili menjelaskan, tahun depan, pihaknya akan mengarahkan kebijakan sistem pembayaran untuk mempercepat sistem keuangan digital termasuk mendorong ekonomi keuangan yang inklusif.

Ada beberapa strategi yang akan dilakukan, misalnya melakukan percepatan konsolidasi industri sistem pembayaran dan pengembangan industri sistem pembayaran dengan infrastruktur yang interoperable, interconnectedness dan integrated.

"Kemudian yang ketiga dengan melakukan pengembangan praktek pasar yang sehat, lalu asesmen terhadap digital rupiah. Dan untuk uang tunai pun kami tetap menyediakan jumlah untuk jangkau masyarakat di seluruh wilayah NKRI," tutupnya. (RAMA)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD