AALI
0
ABBA
0
ABDA
0
ABMM
0
ACES
0
ACST
0
ACST-R
0
ADES
0
ADHI
0
ADMF
0
ADMG
0
ADRO
0
AGAR
0
AGII
0
AGRO
0
AGRO-R
0
AGRS
0
AHAP
0
AIMS
0
AIMS-W
0
AISA
0
AISA-R
0
AKKU
0
AKPI
0
AKRA
0
AKSI
0
ALDO
0
ALKA
0
ALMI
0
ALTO
0
Market Watch
Last updated : 2021/05/13 Data is a realtime snapshot, delayed at least 10 minutes
IDX30
467.69
-0.91%
-4.29
IHSG
5921.08
-0.92%
-54.70
LQ45
879.63
-1%
-8.87
HSI
27718.67
0%
0.00
N225
27448.01
0%
0.00
NYSE
16181.63
-1.06%
-173.99
Kurs
HKD/IDR 1,827
USD/IDR 14,198
Emas
838,980 / gram

BI Terbitkan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025

BANKING
Aditya Pratama/iNews
Rabu, 31 Maret 2021 15:32 WIB
Untuk menghadapi digitalisasi perekonomian di tanah air, Bank Indonesia (BI) terbitkan blueprint sistem pembayatan Indonesia 2025.
BI Terbitkan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia 2025. (Foto: MNC Media)

IDXChannel - Untuk menghadapi digitalisasi perekonomian di tanah air, Bank Indonesia (BI) terbitkan blueprint sistem pembayatan Indonesia 2025. Sistem tersebut berisikan kerangka kebijakan pada sistem pembayaran yang komprehensif untuk menyeimbangkan, karena peluang inovasi dan digitalisasi agar bermanfaat.

"Kita ingin mengoptimalkan peluang tapi sekaligus memitigasi risiko, sebagai respons tersebut Bank Indonesia menerbitkan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia (SPI) 2025, nah ini kita melihat bahwa blueprint kita ini berorientasi penuh pada upaya membangun ekosistem," ujar Kepala Departemen Kebijakan Sistem Pembayaran Bank Indonesia, Filianingsih Hendarta, dalam forum diskusi virtual, Rabu (31/3/2021).

Filianingsih menambahkan, Blueprint SPI 2025 berfokus pada lima visi. Visi pertama adalah integrasi ekonomi keuangan digital dan mendorong inklusi keuangan. Kedua, mendukung digitalisasi perbankan karena aset terbesar di sistem keuangan masih didominasi perbankan.

"Ketiga, kami menjamin interlink antara fintech dengan perbankan, jadi kita lihat fintech ini punya competitive advantage, sementara perbankan dia punya manajemen risiko yang baik, cost of fund yang murah, ini mereka harus bekerja sama untuk bisa mendapatkan hasil yang optimal dan untuk menghindari risiko shadow banking," kata dia.

Keempat, menjamin keseimbangan antara inovasi dengan consumer protection, integritas dan stabilitas persaingan usaha yang sehat dan kelima, BI tetap menjamin kepentingan nasional dalam ekonomi-keuangan digital antar negara.

Filianingsih juga menyebutkan dari hasil survei juga mengatakan bahwa digitalisasi ini bisa membantu pertumbuhan ekonomi secara tidak langsung. "Indonesia terlalu seksi untuk investor asing, bahwa sebetulnya investasi untuk fintech dan sistem pembayaran terus masuk," tuturnya.

Dari lima visi tersebut diwujudkan dalam lima inisiatif dengan 23 deliverable, baik yang diimplementasikan sendiri dari Bank Indonesia dan diimplementasikan secara kolaborasi dan berkoordinasi dengan kementerian dan lembaga terkait serta industri. 

"Nah kita berharap dengan Blueprint Sistem Pembayaran Indonesia ini harus digitalisasi yang berlangsung di Indonesia ini diharapkan mampu memberikan manfaat yang optimal bagi seluruh masyarakat secara merata dan sustainable," ucapnya. (TYO)

link copied to clipboard
COPY TO CLIPBOARD