sosmed sosmed sosmed sosmed
get app
Advertisement

Bisnis Digital Bank Raya (AGRO) Tumbuh Kuat di Kuartal II-2026, Didukung Produk Inovatif

Banking editor Febrina Ratna Iskana
06/08/2026 15:00 WIB
Pada kuartal II-2026, Bank Raya (AGRO) berhasil mencatatkan laba bersih sebesar Rp12,01 miliar.
Bisnis Digital Bank Raya (AGRO) Tumbuh Kuat di Kuartal II-2026,  Didukung Produk Inovatif . (Foto: Dok. Bank Raya)
Bisnis Digital Bank Raya (AGRO) Tumbuh Kuat di Kuartal II-2026, Didukung Produk Inovatif . (Foto: Dok. Bank Raya)

Salah satu kontributor utama pertumbuhan tersebut berasal dari champion product Bank Raya, yaitu Pinang Dana Talangan yang merupakan solusi pembiayaan digital yang ditujukan bagi Agen BRILink dan Agen Gadai. Hingga kuartal II-2026, penyaluran Pinang Dana Talangan mencapai Rp14,67 triliun dan tumbuh 29,1 persen (yoy) yang telah disalurkan kepada sekitar 69 ribu Agen BRILink dan Agen Gadai, sementara outstanding pembiayaan meningkat secara signifikan menjadi Rp1,19 triliun atau tumbuh 48,8 persen (yoy). 

Direktur Utama Bank Raya, Ida Bagus Ketut Subagia, mengatakan kinerja pada kuartal II-2026 mencerminkan konsistensi Bank Raya dalam mendorong pertumbuhan bisnis digital sejalan dengan komitmen perusahaan dalam bertransformasi digital. "Melalui berbagai inovasi layanan dan penguatan ekosistem digital, kami terus mendorong pertumbuhan bisnis yang sehat sekaligus menghadirkan pengalaman perbankan yang semakin mudah, aman, dan relevan bagi masyarakat," ujarnya.

Di tengah pertumbuhan bisnis yang berkelanjutan, Bank Raya juga terus menjaga fundamental keuangan yang sehat. Hal ini tercermin dari peningkatan rasio NIM sebesar 104bps menjadi 5,95 persen, yang dimana menunjukkan semakin optimalnya pengelolaan aset produktif dan sumber pendanaan. 

Dari sisi likuiditas, rasio LDR (Loan to Deposit) Bank Raya tercatat sebesar 83,31 persen dan LCR (Liquidity Coverage Ratio) sebesar 444,63 persen serta rasio NSFR (Net Stable Funding Ratio) sebesar 166,46 persen di atas ketentuan minimum sebesar 100 persen, yang mencerminkan kondisi likuiditas Bank tetap terjaga dengan baik. 

Sementara itu, permodalan Bank Rayajuga tetap kuat dengan Capital Adequacy Ratio (CAR) sebesar 40,8 persen, jauh di atas ketentuan regulator, sehingga memberikan ruang yang memadai bagi Bank Raya untuk terus mengembangkan bisnis secara sehat dan berkelanjutan.

Halaman : 1 2 3 4
Advertisement
Advertisement