Optimisme korporasi, kata Hery, dipacu bukan karena keuntungan semata. Tapi, lebih kepada memberikan manfaat bagi masyarakat berpenghasilan rendah yang hendak memiliki hunian layak melalui akses pembiayaan terjangkau.
"BRI adalah bank rakyat Indonesia. Jadi bank rakyat yang memang banyak menjalankan bisnis terkait dengan seperti misalnya KUR yang bersubsidi, kemudian terkait juga dengan rumah untuk masyarakat berhasil yang rendah," kata dia.
Pada kesempatan yang sama, Menteri Perumahan dan Kawasan Permukiman (PKP) Maruarar Sirait menekankan capaian perumahan subsidi bagi Masyarakat Berpenghasilan Rendah (MBR) terus meningkat. Hal ini sejalan dengan dukungan dari perbankan nasional, tak terkecuali BRI.
Maruarar lantas menyampaikan apresiasinya ke Dirut Hery Gunardi, dengan sowan ke kantor pusat BRI. Penyaluran KPR dari BRI digadang-gadang tumbuh secara signifikan dari tahun ke tahun.
"Karena BRI itu konstribusinya untuk rumah subsidi naik sekitar 100 persen. Tahun 2024 itu ada 16.000 (unit rumah) yang dibiayai oleh BRI. Tahun 2025 menjadi 32.000 (unit rumah). Ini kenaikan dari presentasi yang terbesar. Pak Dirut, saya ucapkan terima kasih atas kerja kerasnya," kata Maruarar.