“Bisnis emas BSI tumbuh sangat pesat, baik melalui layanan bullion maupun produk cicil dan gadai emas. Sinergi dengan ANTM menjadi fondasi utama karena sebagian besar emas yang kami distribusikan merupakan produksi ANTM. Ini bukti nyata penguatan ekosistem BUMN sesuai arahan pemerintah,” ujar Anton.
Ekspansi agresif BSI di sektor emas tercermin dari lonjakan basis nasabah yang sangat tajam. Per Maret 2026, nasabah layanan bullion BSI telah mendekati angka 1 juta, atau tumbuh luar biasa sebesar 658 persen secara tahunan (YoY). Sementara itu, peminat produk cicil emas mencapai lebih dari 565 ribu nasabah, tumbuh 54,67 persen YoY.
Kerja sama terbaru ini akan mencakup perluasan perdagangan emas fisik Logam Mulia (LM) melalui akses digital, penguatan distribusi ritel, hingga edukasi investasi bagi masyarakat luas.
Di sisi lain, ANTM selaku produsen berkomitmen menjaga stabilitas pasokan untuk memenuhi permintaan domestik yang terus meroket.
Direktur Komersial ANTM, Handi Sutanto menuturkan pada tahun 2025, ANTM memproduksi sekitar 743 kg emas dengan volume penjualan yang menembus lebih dari 37 ton.