“Sebagai produsen emas logam mulia, ANTM berkomitmen untuk memastikan ketersediaan pasokan emas yang berkualitas serta memperkuat distribusi melalui kemitraan strategis. Pada tahun 2025, ANTAM mencatatkan produksi emas sekitar 743 kg, dengan volume penjualan mencapai lebih dari 37 ton emas. Capaian ini mencerminkan tingginya permintaan pasar domestik sekaligus peran strategis ANTAM dalam memenuhi kebutuhan emas nasional,” tutur Handi.
Handi menambahkan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama agar emas tidak hanya menjadi simpanan pasif, tetapi dapat dimonetisasi secara optimal bagi perekonomian.
“Ke depan, ANTM memandang kolaborasi lintas sektor menjadi kunci dalam mendorong monetisasi emas secara optimal, sekaligus memperkuat peran emas sebagai instrumen investasi yang aman dan relevan bagi masyarakat,” kata dia.
Sinergi ini bukan sekadar urusan bisnis, melainkan bagian dari dukungan terhadap program Astacita Pemerintah untuk memperkuat kemandirian ekonomi melalui industri bullion yang berdaya saing global.
Dengan mengedepankan prinsip Good Corporate Governance (GCG), BSI dan ANTM berambisi membawa investasi emas nasional "naik kelas" melalui sistem yang lebih inklusif, aman, dan terpercaya bagi seluruh lapisan masyarakat.
(kunthi fahmar sandy)